Home Daerah

Subang Tancap Gas Benahi Pertanian Dataran Tinggi, Program UPLAND Disiapkan Jadi Mesin Baru Kesejahteraan Petani

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 

SUBANG, METROPAGI.COM – Di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat, Kabupaten Subang mulai menata langkah besar dari kawasan dataran tingginya.

 

Pemerintah Kabupaten Subang bersama Kementerian Pertanian RI kini mempercepat pelaksanaan Program UPLAND, sebuah program strategis yang digadang-gadang menjadi penggerak baru pertanian modern sekaligus penguat ekonomi petani.

 

Pembahasan percepatan program tersebut berlangsung dalam kunjungan Kementerian Pertanian RI ke Pemerintah Daerah Kabupaten Subang yang diterima langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni atau Kang Asep, di Ruang Rapat Bupati I, Rabu (20/05/2026).

 

Pertemuan itu turut dihadiri Asisten Daerah II, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Subang, Kepala BKAD, Kabag UKPBJ, Kabag Perekonomian, serta jajaran perangkat daerah terkait lainnya.

 

Program UPLAND sendiri merupakan program pengembangan pertanian kawasan dataran tinggi yang difokuskan pada peningkatan produktivitas pertanian, pembangunan infrastruktur lahan dan air, penguatan kelembagaan petani, hingga pengembangan hilirisasi hasil pertanian.

 

Tak hanya bersumber dari pemerintah pusat, program ini juga mendapat dukungan pembiayaan internasional melalui IFAD Loan dan IsDB Loan yang diarahkan untuk memperkuat akses petani terhadap infrastruktur pertanian dan pasar.

 

Berbagai pembangunan strategis menjadi bagian dari program tersebut, mulai dari jalan usaha tani, jaringan irigasi, pengolahan pascapanen, hingga pengembangan rantai pemasaran komoditas unggulan.

 

Sekda Subang, Kang Asep, menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Subang memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pelaksanaan Program UPLAND karena dinilai memiliki dampak besar terhadap masa depan sektor pertanian di daerahnya.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan seluruh pihak terkait, karena tidak semua kabupaten di Jawa Barat mendapatkan program ini. Pak Bupati mendukung penuh kegiatan UPLAND di Kabupaten Subang,” ujar Kang Asep.

 

Menurutnya, kesempatan memperoleh program tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal dengan kerja cepat dan koordinasi yang solid antar perangkat daerah maupun petugas lapangan.

 

Ia juga mengapresiasi kehadiran langsung jajaran Kementerian Pertanian ke Kabupaten Subang sebagai bentuk keseriusan pemerintah pusat dalam mengawal pengembangan pertanian daerah.

 

“Terima kasih kepada Pak Direktur yang turun langsung ke Subang. Kami mohon arahan dan bimbingan untuk pelaksanaan ke depannya,” lanjutnya.

 

Sementara itu, Direktur Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Rahmanto, menyebut Program UPLAND tidak diberikan kepada seluruh daerah karena proses penetapannya dilakukan secara selektif berdasarkan kesiapan dan potensi wilayah.

 

“Indonesia ini luas dan tidak semua mendapatkan program ini. Jawa Barat, khususnya Subang, termasuk daerah petarung,” ungkap Rahmanto.

 

Ia menjelaskan bahwa Program UPLAND dirancang untuk menciptakan sistem pertanian dataran tinggi yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dalam jangka panjang.

 

Dalam forum tersebut juga dibahas strategi akhir atau exit strategy pelaksanaan Program UPLAND Tahun 2026 yang menjadi tahun terakhir proyek berjalan.

 

Sejumlah langkah lanjutan mulai disiapkan agar manfaat program tetap berkelanjutan setelah proyek selesai, di antaranya penguatan pendampingan melalui dukungan APBD, pengelolaan aset infrastruktur secara kolaboratif, penguatan korporasi petani, hingga pengembangan hilirisasi komoditas unggulan Subang seperti manggis dan nanas.

 

Selain itu, pemerintah daerah juga diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan mikro bagi petani agar kegiatan usaha pertanian tetap berkembang secara mandiri.

 

Tak kalah penting, percepatan penyelesaian izin lingkungan serta kepatuhan terhadap standar lingkungan menjadi perhatian dalam pelaksanaan program demi memastikan pembangunan pertanian tetap berjalan selaras dengan keberlanjutan alam. (DS)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita