Pemkab Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran, Deteksi Dini Gangguan Siswa Dimulai dari SMPN 1 Cikarang Selatan

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 

BEKASI, METROPAGI.COM – Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi sehat dan berdaya saing melalui langkah inovatif di sektor kesehatan pendidikan.

 

Momentum peringatan World Hearing Day 2026 dimanfaatkan sebagai titik awal peluncuran program Sekolah Peduli Pendengaran, yang resmi digelar di SMPN 1 Cikarang Selatan, Sabtu (11/4/2026).

 

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, ini tidak sekadar seremoni. Program tersebut langsung diwujudkan melalui skrining atau pemeriksaan pendengaran bagi para siswa sebagai langkah konkret deteksi dini gangguan kesehatan indera dengar.

 

Program ini menjadi terobosan baru karena mengedepankan pendekatan kolaboratif lintas sektor. Tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan, tetapi juga peran aktif siswa, guru, hingga masyarakat dalam menciptakan lingkungan sekolah yang peduli terhadap kesehatan pendengaran.

 

Dalam sambutannya, Endin Samsudin menekankan bahwa kesehatan pendengaran kerap luput dari perhatian, padahal memiliki peran penting dalam mendukung proses belajar dan interaksi sosial anak.

 

“Gangguan pendengaran yang tidak terdeteksi dapat berdampak pada prestasi akademik hingga perkembangan psikologis siswa. Melalui skrining di sekolah, kita bisa hadir lebih awal untuk mencegah dampak yang lebih luas,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, program ini merupakan bagian dari strategi preventif yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

 

Menurutnya, sekolah harus bertransformasi menjadi ruang yang tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga perlindungan kesehatan siswa secara menyeluruh.

 

Peluncuran Sekolah Peduli Pendengaran pun mendapat apresiasi sebagai inovasi kolaboratif yang memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tenaga medis, dunia pendidikan, serta organisasi profesi.

 

Selain skrining, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi kesehatan, pemeriksaan telinga, serta sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan organ pendengaran.

 

Antusiasme siswa terlihat tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mencerminkan tumbuhnya kesadaran sejak usia dini.

 

“Menjaga kesehatan adalah investasi jangka panjang. Kami berharap program ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Bekasi,” tambahnya.

 

Melalui inovasi ini, Pemkab Bekasi menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat secara fisik dan mental.

 

Sebab, dari pendengaran yang baik akan lahir komunikasi yang kuat—dan dari komunikasi yang kuat, masa depan gemilang dapat terwujud.(*)

 

Sumber: bekasikab.go.id

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita