Dari Aksi ke Kolaborasi, Pemkab Bekasi Rangkul Mahasiswa Jadi Mitra Strategis Pembangunan

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 

METROPAGI.COM, KABUPATEN BEKASI – Dinamika gerakan mahasiswa di Kabupaten Bekasi kini memasuki babak baru.

 

Tak lagi hanya menyuarakan kritik melalui aksi di jalanan, mahasiswa mulai diajak duduk bersama pemerintah untuk merumuskan solusi nyata bagi pembangunan daerah.

 

Momentum tersebut terlihat dalam dialog terbuka antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dan aliansi mahasiswa Cipayung Plus yang digelar di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Senin (6/4/2026).

 

Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, secara langsung mengajak mahasiswa menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan yang lebih partisipatif dan responsif.

 

Sebelumnya, Asep menerima aksi penyampaian aspirasi mahasiswa di kawasan Patung Golok, bersama unsur Forkopimda serta aparat TNI-Polri. Aksi tersebut kemudian dilanjutkan dengan forum dialog yang turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah.

 

Dalam konferensi pers usai kegiatan, Asep menegaskan bahwa kritik mahasiswa merupakan bagian penting dari proses pembangunan.

 

“Masukan-masukan tadi sangat wajar. Mahasiswa sebagai generasi penerus tentu ingin Kabupaten Bekasi menjadi lebih baik. Kita ini bukan Superman, tapi kita akan jadikan Bekasi sebagai Super Team,” ujarnya.

 

Ia menekankan, kehadiran para kepala dinas dalam forum tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret agar setiap aspirasi dapat segera ditindaklanjuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

 

“Kami ingin respons yang cepat dan tepat. Apa yang disampaikan tidak berhenti di forum, tapi langsung bergerak ke solusi,” tambahnya.

 

Asep juga memastikan bahwa berbagai masukan mahasiswa, termasuk delapan poin utama tuntutan, akan menjadi bahan evaluasi serius pemerintah daerah.

 

“Kekurangan yang ada akan kami lengkapi. Kami membuka ruang bagi mahasiswa untuk terus memberikan sumbangsih pemikiran demi mewujudkan Kabupaten Bekasi yang bangkit, maju, dan sejahtera,” katanya.

 

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron, menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi mahasiswa, khususnya dalam aspek regulasi dan pengawasan.

 

“Momentum LKPJ akan kami manfaatkan untuk memperkuat fungsi pengawasan, termasuk mendorong regulasi ketenagakerjaan yang lebih berpihak pada masyarakat Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

 

Dari kalangan mahasiswa, perwakilan Cipayung Plus sekaligus Ketua HMI Cabang Bekasi, Adil LM, mengapresiasi ruang dialog yang telah dibuka oleh pemerintah daerah.

 

“Kami berharap ada komitmen konkret dari seluruh jajaran OPD bersama Plt Bupati untuk mengawal tuntutan yang kami sampaikan,” ungkapnya.

 

Ia juga mendorong adanya forum lanjutan yang lebih teknis dan spesifik agar pembahasan menjadi lebih fokus dan solutif.

 

Senada, Ketua PMII Kabupaten Bekasi, M. Faisal Haq, menegaskan pentingnya implementasi nyata dari slogan pembangunan daerah.

 

“Slogan ‘Bangkit, Maju, Sejahtera’ harus diwujudkan dalam langkah nyata. Kami berkomitmen mengawal hasil dialog ini melalui pertemuan rutin setiap bulan,” tegasnya.

 

Diketahui, Cipayung Plus merupakan aliansi organisasi kemahasiswaan yang terdiri dari PMII, HMI, GMNI, GMKI, Hima Persis, IMM, dan LMND.

 

Dalam dialog tersebut, mereka menyampaikan sembilan poin tuntutan strategis, mulai dari pelayanan kesehatan, ketenagakerjaan, pengelolaan BUMD, pencegahan korupsi, pengisian jabatan, mitigasi bencana, hingga penguatan peran DPRD.

 

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa hubungan antara mahasiswa dan pemerintah daerah tidak lagi sebatas kritik dan respons, tetapi mulai bergerak menuju kolaborasi nyata demi tata kelola pembangunan yang lebih inklusif di Kabupaten Bekasi.(*)

 

Sumber: bekasikab.go.id

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita