BEKASI, METROPAGI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mempertegas langkah dalam memerangi kanker serviks dengan strategi yang semakin progresif dan terukur.
Tak lagi berhenti pada imbauan, kini upaya pencegahan diperluas melalui edukasi masif hingga penerapan skrining mandiri (self sampling) yang kian mudah dijangkau masyarakat.
Selama dua tahun terakhir, penguatan program pencegahan kanker leher rahim dilakukan secara berkelanjutan.
Sosialisasi digencarkan ke berbagai lapisan masyarakat, seiring dorongan menjadikan deteksi dini sebagai bagian dari gaya hidup sehat, khususnya bagi perempuan.
Melalui kegiatan advokasi perluasan implementasi deteksi dini kanker serviks dengan metode self sampling, masyarakat didorong untuk lebih proaktif dalam melakukan pemeriksaan sejak dini.
Langkah ini dinilai penting mengingat kanker serviks dikenal sebagai “silent killer” yang sering berkembang tanpa gejala awal.
Kegiatan tersebut turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Kota Bekasi, hingga organisasi perempuan yang berperan sebagai ujung tombak edukasi kesehatan keluarga.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menegaskan bahwa kanker serviks menjadi ancaman serius yang harus dihadapi dengan langkah konkret dan kolaboratif.
“Seperti kita ketahui, kanker serviks merupakan silent killer yang dapat terjadi di kalangan perempuan. Karena sering kali tidak menunjukkan gejala awal namun dapat berkembang sangat pesat, maka kami pemerintah terus mengoptimalkan berbagai upaya untuk menekan angka pertumbuhannya,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Selain deteksi dini, Pemkot Bekasi juga memperkuat pencegahan melalui program imunisasi HPV bagi anak perempuan usia sekolah.
Program ini menjadi langkah strategis untuk melindungi generasi muda dari risiko kanker serviks di masa depan.
Dari sisi layanan, akses kesehatan di Kota Bekasi terus diperluas. Saat ini, terdapat 55 puskesmas serta 49 rumah sakit pemerintah dan swasta yang didukung jaringan klinik, bidan, dan dokter praktik.
Seluruhnya dioptimalkan melalui sinergi lintas sektor dan organisasi profesi guna meningkatkan kualitas pelayanan.
Menutup pernyataannya, Abdul Harris Bobihoe mengajak masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan kesehatan.
“Lakukan skrining secara rutin. Deteksi dini adalah kunci utama untuk mencegah dan menyelamatkan,” tegasnya.
Dengan pendekatan yang terstruktur dan kolaboratif, Kota Bekasi menegaskan komitmennya: perang melawan kanker serviks bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat. (EZ/Dokpim)