Home Daerah

Sembilan Kecamatan Punya Nahkoda Baru, Ega Anjani Titip Pesan: PKK Harus Hadir untuk Rakyat

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 

SUBANG, METROPAGI.COM – Perubahan besar di tengah masyarakat kerap tidak lahir dari ruang-ruang megah, tetapi tumbuh dari gerakan kecil yang konsisten di lingkungan keluarga.

Dari sanalah peran PKK dan Posyandu menjadi penting: menyentuh kehidupan warga secara langsung, dari ibu rumah tangga hingga anak-anak dan kelompok lanjut usia.

Semangat tersebut mengemuka dalam pelantikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan serta Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan se-Kabupaten Subang, yang digelar di Aula TP PKK Kabupaten Subang, Selasa (8/9/2026).

Sebanyak sembilan Ketua TP PKK Kecamatan resmi dilantik untuk masa bakti 2026-2031. Mereka berasal dari Kecamatan Tambakdahan, Sukasari, Ciasem, Pagaden, Cibogo, Kalijati, Patokbeusi, Dawuan dan Cisalak.

Pelantikan berlangsung khidmat setelah pembacaan surat keputusan Ketua TP PKK dan Tim Pembina Posyandu. Prosesi pelantikan kemudian dipimpin langsung Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ny. Ega Anjani Reynaldy, S.I.P.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan TP PKK Kecamatan, penyerahan memori kegiatan serta penyematan pin kepada para ketua yang baru dilantik.

Namun, pesan utama kegiatan tersebut tidak berhenti pada pergantian kepengurusan.

Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ny. Ega Anjani Reynaldy, menegaskan bahwa jabatan yang diterima merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, semangat dan keikhlasan.

Menurutnya, para pengurus TP PKK di tingkat kecamatan memiliki ruang besar untuk menghadirkan perubahan positif di wilayah masing-masing.

Produktivitas program PKK, kata Ega, harus mampu menjawab berbagai harapan dan kebutuhan masyarakat.

“Ada harapan banyak ibu-ibu rumah tangga, anak-anak, remaja, dan lansia yang membutuhkan sentuhan perhatian dan kepedulian,” ungkapnya.

Posyandu Bukan Sekadar Tempat Menimbang Balita

Perhatian khusus juga diberikan Ega terhadap keberadaan Tim Pembina Posyandu. Menurutnya, Posyandu memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama kesehatan ibu dan anak.

Karena itu, peran Posyandu tidak boleh dipandang sebatas kegiatan rutin menimbang berat badan balita.

Lebih jauh, Posyandu harus berkembang menjadi ruang edukasi, informasi sekaligus interaksi sosial masyarakat.

“Tim Pembina Posyandu yang akan menjadi ujung tombak dalam menjaga kualitas kesehatan ibu dan anak. Dalam struktur sosial kita, Posyandu bukan hanya tempat timbang badan, tetapi pusat informasi, edukasi, dan interaksi masyarakat,” terangnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi kepengurusan baru agar mampu membangun program yang lebih dekat dengan kebutuhan warga.

Bagi Ega, kekuatan gerakan PKK bukan hanya terletak pada banyaknya program, tetapi pada ketulusan orang-orang yang menjalankannya.

Setiap insan PKK diharapkan bekerja dengan hati dan dilandasi semangat cinta terhadap sesama.

Ia pun menutup sambutannya dengan sebuah pesan sederhana yang sarat makna tentang pentingnya kebersamaan.

“Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri, tapi jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama,” pungkasnya.

Sekda Subang Apresiasi Peran PKK dan Posyandu

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh jajaran TP PKK serta Tim Pembina Posyandu yang selama ini telah bekerja dan hadir di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberadaan TP PKK dan Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung berbagai upaya pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Pelantikan sembilan Ketua TP PKK Kecamatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas pelayanan serta memperluas manfaat program pemberdayaan keluarga dan Posyandu di seluruh wilayah Kabupaten Subang.

Dengan kepengurusan baru, tantangan berikutnya bukan sekadar menjalankan agenda organisasi, melainkan memastikan setiap program benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat.

Sebab, ketika PKK bergerak dari keluarga, Posyandu hadir di tengah warga, dan seluruh unsur bekerja dalam satu irama, pemberdayaan bukan lagi sekadar program—melainkan gerakan nyata untuk membangun masyarakat Subang yang lebih sehat, mandiri dan sejahtera. (Deny Suhendar)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita