Peringati HUT ke-81 RI, PT Menarini Indria Laboratories Tanam 1.500 Mangrove di Pesisir Babelan

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 BEKASI  ( METROPAGI)— Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi diwujudkan PT Menarini Indria Laboratories (MILAB) melalui aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan.

 

Perusahaan farmasi tersebut menanam sebanyak 1.500 batang mangrove di kawasan pesisir Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan ekosistem sekaligus memperkuat ketahanan kawasan pesisir terhadap ancaman abrasi dan perubahan iklim.

 

Mengusung tema “Rooted Today, Thriving in the Future”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni penanaman pohon, tetapi juga diarahkan sebagai upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kawasan pesisir sebagai salah satu benteng alami bagi masyarakat.

Penanaman mangrove di kawasan pesisir utara Kabupaten Bekasi dinilai memiliki arti penting. Selain berfungsi menahan laju abrasi, keberadaan mangrove juga menjadi habitat berbagai biota serta memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar.

 

Kegiatan tersebut dihadiri Andrew Keitley, Regional Vice President, Supply Chain, Manufacturing & Quality Assurance, serta Hardi Wibowo, Plant Director PT Menarini Indria Laboratories.

 

Dalam sambutannya, Hardi Wibowo menegaskan bahwa aksi penanaman mangrove merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi lingkungan, khususnya kawasan pesisir yang menghadapi tekanan akibat perubahan iklim dan penurunan muka tanah.

 

“Kenaikan suhu global dan penurunan permukaan tanah memicu erosi pesisir yang signifikan. Pemulihan ekosistem melalui penanaman mangrove adalah langkah efektif untuk melindungi garis pantai dari kerusakan yang lebih parah,” ujar Hardi saat memberikan sambutan di Saung Edukasi Mangrove Pondok Dua, Babelan.

 

Menurutnya, penanaman 1.500 bibit mangrove tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk ikut menghijaukan kembali kawasan pesisir Babelan secara berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menjaga dan menghijaukan kawasan Babelan, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang,” lanjutnya.

 

DLH: Dunia Usaha Punya Peran Penting

Aksi lingkungan PT Menarini Indria Laboratories tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi.
Mewakili Kepala DLH Kabupaten Bekasi, Crisly Manuel Manalu, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa keterlibatan dunia usaha dalam menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai persoalan ekologis yang saat ini terjadi secara global.

 

Menurut Crisly, dunia saat ini menghadapi Triple Planetary Crisis, yakni perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, serta pencemaran lingkungan.

 

“Kita saat ini berhadapan dengan Triple Planetary Crisis—perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran—yang mengancam stabilitas ekologi, sosial, serta ekonomi masyarakat,” kata Crisly.

 

Ia menilai penanaman mangrove yang dilakukan PT Menarini Indria Laboratories merupakan bentuk aksi konkret dunia usaha dalam mengambil bagian dalam perlindungan lingkungan.

 

“Penanaman mangrove oleh PT MILAB adalah bentuk aksi nyata perlindungan lingkungan,” tegasnya.

 

Crisly menjelaskan, keberadaan mangrove memiliki fungsi ekologis yang sangat strategis. Tidak hanya berperan sebagai pelindung alami garis pantai dari abrasi, ekosistem mangrove juga mampu menyerap karbon serta menjadi habitat dan kawasan pemijahan berbagai jenis biota laut.
Karena itu, menurutnya, keberlanjutan program penanaman harus menjadi perhatian bersama.

Mangrove yang telah ditanam perlu dirawat dan dipantau agar dapat tumbuh dengan baik serta memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.

 

Bukan Sekadar Menanam Pohon
Melalui penanaman 1.500 mangrove ini, PT Menarini Indria Laboratories menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program Corporate Social Responsibility (CSR) sekaligus penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).

 

Langkah tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan perusahaan, pemerintah, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir.

 

Di tengah ancaman abrasi dan perubahan iklim yang semakin nyata, penghijauan pesisir menjadi investasi ekologis yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

 

Bagi kawasan pesisir Babelan, 1.500 mangrove yang ditanam menjadi simbol bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha.

 

Dengan semangat “Rooted Today, Thriving in the Future”, PT Menarini Indria Laboratories berharap akar-akar mangrove yang ditanam hari ini dapat tumbuh menjadi benteng hijau bagi pesisir sekaligus warisan lingkungan yang bermanfaat bagi generasi mendatang. ( john smoker)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita