SUBANG, METROPAGI.COM – Suasana kawasan parkiran barat wisata Sari Ater, Ciater, Subang, mendadak berubah tegang, Rabu (27/5/2026).
Rencana pembongkaran kios pedagang yang sempat berjalan akhirnya dihentikan sementara setelah gelombang penolakan dari warga dan pedagang terus membesar.
Ketegangan mulai terasa sejak alat berat jenis beco masuk ke area parkiran barat.
Warga bersama para pedagang yang merasa keberatan atas pembongkaran tersebut langsung berkumpul dan bersiaga di sekitar lokasi.
Situasi pun nyaris memicu benturan ketika kabar pembongkaran kios deretan depan disebut tetap akan dilanjutkan.
Untuk mencegah konflik terbuka, proses pembongkaran akhirnya dihentikan sementara.
Alat berat yang sebelumnya berada di lokasi juga terlihat keluar meninggalkan area parkiran barat.
Kepala Desa Ciater, Iwan, turun langsung ke lapangan didampingi aparat TNI-Polri, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Kehadiran unsur keamanan dan pemerintah desa dilakukan untuk meredam ketegangan sekaligus membuka ruang komunikasi antara warga dan pihak terkait.
“Untuk sementara kegiatan dihentikan dulu demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar salah seorang sumber di lokasi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, keputusan lanjutan terkait nasib kios pedagang masih menunggu arahan dari pimpinan atau “big bos” PT Nimo Resort selaku pihak yang disebut berkaitan dengan rencana penataan kawasan tersebut.
Di tengah situasi yang memanas, para pedagang berharap penyelesaian persoalan dilakukan melalui dialog dan musyawarah bersama.
Mereka menginginkan adanya solusi yang tidak merugikan masyarakat kecil serta menghindari langkah sepihak yang berpotensi menimbulkan konflik sosial.
Hingga sore hari, kondisi di lokasi terpantau mulai kondusif meski sejumlah warga dan pedagang masih bertahan untuk memantau perkembangan situasi. (DS)