Home Religi

Jambore Kerukunan FKUB Kabupaten Bekasi Satukan Lintas Agama dan Organisasi Kepemudaan: Bersama Menjaga Kerukunan Menuju Bekasi Maju

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 

BOGOR, METROPAGI.COM – Kerukunan tidak lahir hanya karena perbedaan diterima, tetapi tumbuh ketika orang-orang yang berbeda mau duduk bersama, saling mengenal, berdialog, dan membangun kepercayaan.

Semangat itulah yang terasa dalam Jambore Kerukunan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi, yang digelar Jumat–Sabtu, 18–19 September 2026, di Villa Bukit Pinus, Bogor.

Mengusung tema “Bersama Menjaga Kerukunan Menuju Bekasi Maju”, kegiatan tersebut mempertemukan berbagai unsur organisasi keagamaan, kepemudaan, dan komunitas lintas iman dalam satu ruang kebersamaan.

Jambore tidak dirancang sekadar sebagai agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, memperluas persaudaraan, serta membangun jejaring antarelemen masyarakat Kabupaten Bekasi.

Sekretaris FKUB Kabupaten Bekasi, KH Habibi Somad, menegaskan bahwa kerukunan membutuhkan proses yang terus dirawat.

“Kerukunan harus terus dirawat melalui perjumpaan, komunikasi dan persaudaraan. Karena itu, kegiatan seperti jambore ini menjadi ruang untuk saling mengenal, saling menghormati, dan membangun kebersamaan,” ujar KH Habibi Somad di Kantor FKUB Kabupaten Bekasi, Jumat (18/9/2026).

Beragam Organisasi, Satu Ruang Persaudaraan

Jambore Kerukunan melibatkan panitia dari FKUB, Forwala, dan Formula. Peserta eksternal masing-masing berjumlah dua orang yang berasal dari berbagai organisasi keagamaan dan kepemudaan.

Mereka antara lain berasal dari Pemuda Muhammadiyah, Pemuda LDII, Pemuda DDII, GEMA MA, GP Ansor, HIMA Persis, Fatayat, Nasyiatul Aisyiyah, PMII, HMI, GMNI, IMM, GAMKI, Pemuda Buddha, Pemuda Hindu, HKBP, PGIS, OMK, Konghucu, GRII Lippo Cikarang hingga CPP Tambun Selatan.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa ruang kerukunan dapat dibangun melalui perjumpaan yang nyata.

Perbedaan organisasi maupun latar belakang keyakinan tidak dijadikan sekat, melainkan ditempatkan sebagai bagian dari kehidupan sosial yang membutuhkan komunikasi dan sikap saling menghormati.

Selain peserta eksternal, kegiatan juga melibatkan unsur internal. Terdiri atas 18 orang dari FKUB, 17 orang dari Forwala, 17 orang dari Formula, serta lima orang dari Kesbangpol.

Dengan komposisi tersebut, jambore menjadi ruang bertemunya berbagai latar belakang sekaligus membuka peluang terbentuknya jejaring komunikasi yang dapat terus berjalan setelah kegiatan berakhir.

Dari Dialog hingga Api Unggun

Rangkaian kegiatan dimulai Jumat pagi. Para peserta dijadwalkan berkumpul di Kantor FKUB Kabupaten Bekasi pukul 08.00 WIB sebelum bersama-sama menuju Villa Bukit Pinus, Bogor.

Setibanya di lokasi, peserta melaksanakan salat Jumat berjamaah. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan opening ceremony pada pukul 14.00 WIB yang dikoordinasikan oleh Forwala.

Suasana kebersamaan semakin cair melalui berbagai fun game yang melibatkan peserta lintas organisasi.

Pada malam hari, kegiatan memasuki sesi materi dengan menghadirkan Dewan Pakar Badan Koordinasi Muballigh Indonesia (BAKOMUBIN) Kabupaten Bekasi, Dr. KH. Encep Sjaya, MM, serta Drs. H. Robet Suwandi, SH, MM, MH, selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Sesi tersebut menjadi ruang untuk bertukar wawasan mengenai kehidupan kebangsaan, kebersamaan, serta pentingnya menjaga hubungan harmonis di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang beragam.

Kebersamaan kemudian berlanjut melalui api unggun dan mimbar bebas.

Dalam suasana yang lebih santai, peserta diberi kesempatan berkomunikasi secara terbuka, bertukar pengalaman, sekaligus membangun kedekatan tanpa sekat organisasi.

Memasuki Sabtu pagi, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi, sarapan bersama, fun game, kemudian penutupan dan check out.

“Jaga Kerukunan, Raih Persaudaraan”

Bagi FKUB Kabupaten Bekasi, keberagaman bukan sesuatu yang harus dihindari. Sebaliknya, keberagaman merupakan kenyataan sosial yang perlu dirawat bersama.

Kerukunan membutuhkan komunikasi, penghormatan terhadap perbedaan, serta kesediaan membuka ruang dialog.

Semangat itu dirangkum dalam pesan “Jaga Kerukunan, Raih Persaudaraan.”

Pesan tersebut menegaskan bahwa menjaga kedamaian di tengah masyarakat bukan hanya tanggung jawab satu lembaga atau kelompok. Kerukunan membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan peran FKUB Kabupaten Bekasi yang selama ini didorong untuk memperkuat persatuan, harmoni, dialog, serta penyelesaian persoalan melalui pendekatan yang damai.

Melalui jambore, para peserta diharapkan tidak sekadar membawa pulang pengalaman kegiatan, tetapi juga membawa jejaring persahabatan dan komitmen untuk terus menjaga hubungan baik di tengah masyarakat Kabupaten Bekasi.

Dari Bogor, pesan itu digaungkan untuk Kabupaten Bekasi: berbeda keyakinan bukan penghalang untuk bersaudara, berbeda organisasi bukan alasan untuk terpecah, dan keberagaman dapat menjadi energi bersama dalam membangun daerah.

Jambore Kerukunan FKUB Kabupaten Bekasi menjadi salah satu ruang untuk memperkuat ikatan tersebut—berjalan bersama, saling menghormati, dan menjaga Kabupaten Bekasi sebagai rumah bersama seluruh masyarakat.

Untuk Kabupaten Bekasi: Bangkit, Maju, Sejahtera. (Sekretaris FKUB Kabupaten Bekasi/Habibi Somad)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita