Petani Talas di Sleman Sukses Biayai Anak hingga S2, Bukti Pertanian Masih Menjanjikan

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 

METROPAGI.COM, SLEMAN — Kisah inspiratif datang dari seorang petani talas di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Berbekal ketekunan dan strategi sederhana, Tri Haryanto berhasil mengubah nasib keluarganya hanya dalam waktu empat tahun melalui budidaya talas pratama.

 

Awalnya, usaha yang ia jalankan sempat diremehkan. Namun kini, hasil dari budidaya tanaman tersebut mampu mengantarkan anaknya menempuh pendidikan hingga jenjang magister (S2) di Jakarta.

 

“Dari empat tahun saya budidaya talas, alhamdulillah saya sudah bisa menyekolahkan anak. Sekarang sudah S1 dan lanjut S2 di Jakarta,” ujar Tri Haryanto saat ditemui di kebunnya di kawasan Jalan Kaliurang KM 15, Sleman, Sabtu (4/4/2026).

 

Menurutnya, talas pratama memiliki prospek yang sangat luas. Permintaan pasar yang terus meningkat membuka peluang usaha baru, baik bagi petani pemula, pensiunan, maupun masyarakat yang ingin memiliki penghasilan tambahan jangka panjang.

 

Tri menjelaskan, budidaya talas tergolong mudah dan tidak memerlukan perawatan yang rumit.

 

Tanaman ini tidak menuntut jadwal perawatan yang ketat, sehingga fleksibel untuk dikelola, bahkan oleh pelaku usaha sampingan.

 

“Yang penting fokus dan jangan sampai lengah. Tanaman ini bisa disesuaikan dengan waktu yang kita punya,” katanya.

 

Dalam praktiknya, ketersediaan air menjadi faktor utama keberhasilan budidaya. Tanaman talas membutuhkan pasokan air yang cukup, terutama saat musim kemarau.

 

Sistem irigasi yang baik menjadi kunci agar umbi tidak mengalami pembusukan.

 

Selain itu, teknik penanaman dan perawatan juga berpengaruh terhadap hasil panen.

 

Tri menerapkan jarak tanam sekitar 80 sentimeter hingga 1 meter, serta melakukan pemangkasan daun secara berkala setiap tiga minggu untuk mempercepat pertumbuhan umbi.

 

Hasilnya, dalam satu kali panen, berat umbi talas bisa mencapai 4 kilogram per tanaman, bahkan maksimal hingga 6 kilogram lebih.

 

“Kalau perawatannya tepat, hasilnya bisa maksimal. Kuncinya konsisten,” jelasnya.

 

Tidak hanya mengandalkan hasil utama, Tri juga memanfaatkan limbah tanaman seperti daun dan batang sebagai pupuk organik maupun pakan ternak. Hal ini membuat usahanya lebih efisien dan ramah lingkungan.

 

Ia menambahkan, penggunaan pupuk dilakukan secara bertahap, dengan sistem kocor setiap dua minggu sekali agar nutrisi cepat terserap oleh tanaman.

 

Keberhasilan yang diraih Tri Haryanto menjadi bukti bahwa sektor pertanian masih memiliki potensi besar jika dikelola dengan serius.

 

Bahkan dari desa, seseorang tetap bisa meraih kesuksesan tanpa harus merantau ke kota.

 

Kini, selain mengembangkan kebun, Tri juga membuka peluang kemitraan bagi masyarakat yang ingin belajar dan terjun ke budidaya talas pratama.

 

Kisah ini menjadi inspirasi bahwa usaha sederhana di bidang pertanian dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan, asalkan dijalankan dengan ketekunan, strategi yang tepat, dan keberanian memanfaatkan peluang.(*)

 

Sumber: Youtube Oasis Cerita Usaha

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita