Home Daerah

Jalan Amblas, Warga Tanam Pisang di Tengah Aspal: Protes Kreatif Pecah di Griya Reang Indah Serang

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 

SERANG, METROPAGI.COM – Pemandangan tak biasa terlihat di Perumahan Griya Reang Indah, Kelurahan Banjar Sari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Kamis (14/5/2026).

 

Di tengah jalan lingkungan yang rusak dan amblas, warga menancapkan pohon pisang sebagai simbol protes atas infrastruktur yang dinilai gagal bertahan bahkan belum genap setahun dibangun.

 

Aksi spontan itu langsung menyita perhatian warga sekitar. Bukan tanpa alasan, jalan hotmix dan saluran uditch di kawasan perumahan tersebut kini mengalami kerusakan cukup parah.

 

Padahal sebelumnya, pembangunan infrastruktur itu digadang-gadang menjadi solusi kenyamanan akses warga.

 

Kini harapan itu berubah menjadi kekecewaan.

 

Aspal yang mulai mengelupas, permukaan jalan bergelombang hingga titik-titik amblas membuat warga geram.

 

Mereka menduga kerusakan dipicu kendaraan pengangkut material milik pengembang yang kerap melintas dengan beban berlebih.

 

Ketua RW 10, Endang Ruspandi, mengatakan warga sudah terlalu lama bersabar melihat kondisi jalan yang semakin memburuk setiap hari.

 

“Jalan ini baru dibangun Pemkot Serang, tapi sekarang sudah banyak yang rusak dan amblas. Kami menduga itu akibat kendaraan material milik pengembang PT Edisen Murni yang muatannya melebihi kapasitas jalan lingkungan,” ujarnya.

 

Menurutnya, aksi tanam pohon pisang bukan sekadar sindiran lucu, melainkan pesan keras bahwa warga sudah lelah dengan kerusakan yang terus dibiarkan.

 

“Ini bentuk kepedulian warga sekaligus protes agar pemerintah dan pengembang segera bertanggung jawab,” katanya.

 

Kekesalan serupa disampaikan aktivis warga, Badri. Ia menilai aktivitas kendaraan bertonase berat di kawasan permukiman menjadi penyebab utama rusaknya fasilitas umum yang seharusnya dijaga bersama.

 

“Pengembang jangan hanya memikirkan keuntungan perusahaan. Infrastruktur lingkungan juga harus diperhatikan karena yang merasakan dampaknya masyarakat,” tegasnya.

 

Warga mengaku khawatir kondisi jalan akan semakin membahayakan, terutama saat musim hujan.

 

Selain mengganggu aktivitas harian, kerusakan drainase juga berpotensi memicu genangan air di kawasan permukiman.

 

Perumahan Griya Reang Indah sendiri dihuni ratusan kepala keluarga yang tersebar di empat RT dan satu RW.

 

Jalan lingkungan menjadi akses utama warga untuk bekerja, sekolah hingga aktivitas ekonomi sehari-hari.

 

Jika tidak segera diperbaiki, warga mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan melibatkan lebih banyak masyarakat.

 

Mereka mendesak pengembang dan Pemerintah Kota Serang segera turun tangan memperbaiki jalan serta saluran drainase yang rusak sebelum kerusakan semakin meluas dan melumpuhkan aktivitas warga. (Iwan H)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita