Endin Samsudin Ungkap Dua Skema Atasi Sampah Burangkeng, Targetkan Jadi Energi Listrik

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 

METROPAGI.COM, KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi mempercepat penanganan krisis sampah di TPA Burangkeng dengan menyiapkan dua skema strategis.

 

Tak hanya mengurai tumpukan sampah lama, langkah ini juga diarahkan untuk mengubah limbah menjadi energi listrik yang bernilai guna.

 

Gunungan sampah di TPA Burangkeng kini menjadi fokus penanganan serius Pemkab Bekasi.

 

Melalui pendekatan terpadu, pemerintah daerah menggabungkan solusi jangka pendek dan jangka panjang guna mengatasi persoalan yang selama ini menjadi tantangan lingkungan.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menjelaskan bahwa skema pertama difokuskan pada penanganan sampah eksisting melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

 

“Kerja sama ini sedang dalam proses. Mudah-mudahan dalam minggu ini perjanjian sudah bisa diselesaikan,” ujar Endin saat apel pagi ASN di Plaza Pemkab Cikarang Pusat, Senin (6/4/2026).

 

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut akan mencakup pengelolaan sampah lama yang telah menumpuk maupun sampah baru yang terus masuk setiap harinya.

 

Upaya ini juga mendapat dukungan dari DPRD Kabupaten Bekasi yang dijadwalkan segera memanggil mitra kerja guna mempercepat implementasi di lapangan.

 

Sementara itu, skema kedua menghadirkan solusi berbasis teknologi melalui program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

 

Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi pengelolaan sampah di daerah.

 

Dalam pelaksanaannya, pihak Danantara akan dilibatkan untuk mengelola sampah baru yang masuk ke TPA Burangkeng.

 

Bahkan, berdasarkan hasil rapat terbatas bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Kabupaten Bekasi telah ditetapkan untuk memasuki tahap lelang proyek PSEL pada bulan April ini.

 

“Ini menjadi momentum penting. Kita tidak hanya mengurangi sampah, tapi juga mengubahnya menjadi energi yang bermanfaat,” jelas Endin.

 

Dengan strategi dua arah tersebut, Pemkab Bekasi optimistis persoalan sampah di Burangkeng dapat diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan.

 

Penanganan cepat terhadap sampah lama diharapkan mampu mengurangi beban lingkungan, sementara pemanfaatan teknologi energi menjadi solusi masa depan.

 

Endin juga mengapresiasi kinerja Dinas Lingkungan Hidup serta seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam percepatan program ini.

 

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks.

 

“Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis Burangkeng bisa menjadi contoh pengelolaan sampah modern di masa depan,” tandasnya.(*)

 

Sumber: bekasikab.go.id

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita