BEKASI, METROPAGI.COM – Duka mendalam kembali menyelimuti warga Mustika Jaya.
Ledakan hebat di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning tak hanya meninggalkan luka, tetapi juga terus menambah daftar korban jiwa.
Hingga kini, jumlah korban meninggal dunia tercatat bertambah menjadi empat orang.
Peristiwa tragis yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) itu menjadi pengingat keras akan pentingnya standar keselamatan di fasilitas berisiko tinggi.
Salah satu korban, Aulia Putri, mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, bersama jajaran pemerintah daerah langsung turun ke lapangan, termasuk melayat ke rumah duka di kawasan Mahkota Cimuning, Mustika Jaya.
Kehadirannya bukan sekadar bentuk empati, tetapi juga membawa pesan kepedulian dan dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Kami merasakan duka yang amat dalam atas peristiwa ini. Mari kita bersama-sama mendoakan para korban, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Harris, Kamis (9/4/2026).
Tak berhenti pada ungkapan belasungkawa, Pemerintah Kota Bekasi juga bergerak cepat mengambil langkah strategis pasca insiden.
Mulai dari evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPBE, rencana relokasi fasilitas, hingga penyaluran bantuan bagi warga terdampak kini tengah dipercepat.
Menurut Harris, langkah ini menjadi bagian dari upaya serius pemerintah dalam memastikan keselamatan masyarakat sekaligus mencegah tragedi serupa terulang di masa mendatang.
“Hari ini kami langsung melakukan konsolidasi. Semua pihak terkait kami panggil untuk evaluasi menyeluruh,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi refleksi penting bahwa pengawasan dan standar keamanan harus menjadi prioritas utama.
Di tengah duka yang masih menyelimuti, harapan pun muncul agar kejadian serupa tak lagi terulang, dan keselamatan warga menjadi perhatian utama semua pihak. (EZ/Dokpim)