Dari Akar Relawan ke Panggung Politik: Sahrin Genjot Finalisasi Legalitas Gerakan Rakyat di Jawa Timur

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 

METROPAGI.COM, JAKARTA – Gerakan Rakyat memasuki fase krusial dalam perjalanan organisasinya.

 

Ketua Umum Sahrin Hamid menegaskan pentingnya percepatan konsolidasi untuk menembus legalitas nasional, di tengah momentum halal bihalal yang digelar di Jawa Timur.

 

Kunjungan kerja yang berlangsung di Kediri dan Malang pada Sabtu (4/4/2026) dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi sekaligus akselerasi organisasi.

 

Tak sekadar seremoni, agenda tersebut menjadi titik penting dalam upaya memenuhi persyaratan administratif menuju pengesahan di Kementerian Hukum.

 

Dalam keterangannya, Sahrin mengungkapkan bahwa progres Gerakan Rakyat di Jawa Timur menunjukkan perkembangan signifikan.

 

Sekitar 75 persen struktur kepengurusan telah terbentuk, sementara keterwakilan wilayah telah mencapai 50 persen.

 

“Ini capaian yang patut diapresiasi, tapi belum selesai. Kita harus menuntaskan seluruh persyaratan agar proses legalitas berjalan sesuai target nasional,” ujar Sahrin, Rabu (8/4/2026).

 

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari kelengkapan administratif.

 

Menurutnya, “ruh gerakan” harus tetap terjaga melalui kerja nyata dan konsistensi kader di lapangan.

 

“Gerakan ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang ritme perjuangan, komitmen, dan kerja kolektif. Semua kader harus tetap solid dan bergerak bersama,” tegasnya.

 

Lebih jauh, Sahrin membeberkan arah strategis Gerakan Rakyat yang tengah bertransformasi dari organisasi kemasyarakatan menjadi partai politik melalui pembentukan Partai Gerakan Rakyat (PGR).

 

Langkah ini diambil untuk memperluas ruang gerak dalam memengaruhi kebijakan publik.

 

“Kita ingin hadir lebih konkret dalam politik, dari mencalonkan pemimpin hingga memperjuangkan kebijakan nasional,” jelasnya.

 

Saat ini, PGR telah berkembang pesat dengan kehadiran di 38 provinsi, lebih dari 460 kabupaten/kota, serta sekitar 2.600 kecamatan di seluruh Indonesia.

 

Organisasi menargetkan penyelesaian struktur DPW, DPD, dan DPC sebelum tenggat nasional pada 10 April 2026.

 

Perkuat Ideologi dan Akar Rumput

 

Dalam agenda Kelas Kader di Malang, Sahrin juga mengingatkan pentingnya menjaga jati diri Gerakan Rakyat yang berakar dari relawan Anies Baswedan pada Pilpres 2024.

 

Ia menekankan bahwa transformasi menjadi kekuatan politik harus tetap berpijak pada nilai-nilai dasar melalui implementasi Panca Dharma, yang mencakup religiusitas, nasionalisme kerakyatan, kersa ksatria, kasih sayang, dan integritas moral.

 

“Nilai-nilai ini harus hidup dalam setiap tindakan kader, baik dalam organisasi maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.

 

Sahrin juga meminta kader di Jawa Timur untuk meningkatkan intensitas gerakan di tingkat akar rumput sebagai upaya membangun kepercayaan publik.

 

“Perkuat struktur, jaga soliditas, dan pastikan kita hadir langsung untuk masyarakat,” pesannya.

 

Dengan konsolidasi yang terus menguat dan arah gerakan yang semakin jelas, Sahrin optimistis Gerakan Rakyat akan tumbuh menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di masa depan.

 

“Jika kita bergerak dengan visi yang sama dan konsisten, Insyaallah gerakan ini akan tumbuh kuat,” pungkasnya. (Dudun Hamidullah)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita