Home › Daerah

Nih Dia, 10 Visi Cakades Kawungluwuk Hasan Saepudin

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SUBANG – ( METROPAGI.COM) Berbekal semangat membangun kampung halaman, calon Kepala Desa (Cakades) Kawungluwuk, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, nomor urut 3, Hasan Saepudin, menawarkan gagasan perubahan dengan mengoptimalkan potensi wisata, memperkuat ekonomi masyarakat, serta melestarikan kearifan lokal.

 

Sebagai putra daerah yang lahir dan tumbu kmh di lingkungan masyarakat Kawungluwuk, Hasan menilai desanya memiliki potensi besar untuk berkembang. Salah satunya adalah destinasi wisata alam Bukit Pamoyanan yang dikenal dengan julukan Negeri di Atas Awan.

 

Menurut Hasan, potensi wisata tersebut bukan sekadar kebanggaan daerah, melainkan juga peluang untuk menggerakkan perekonomian warga. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, sektor pariwisata diharapkan mampu membuka lapangan kerja, mendorong tumbuhnya usaha lokal, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

 

Namun, pengembangan desa, menurutnya, tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Pelestarian alam, kebersihan lingkungan, seni budaya, dan nilai-nilai warisan leluhur juga perlu mendapat perhatian agar kemajuan desa tetap berpijak pada identitas lokal.

 

“Saya sebagai putra daerah yang lahir dan tumbuh dari lingkungan masyarakat Kawungluwuk merasa memiliki tanggung jawab untuk membawa gagasan dan mengangkat potensi kearifan lokal yang ada. Harapannya, Kawungluwuk ke depan mampu melahirkan generasi muda yang berkualitas serta berperan aktif dalam mewujudkan pembangunan desa yang lebih maju dan sejahtera,” ungkap Hasan kepada wartawan, Senin (19/10/2026).

 

Usung Visi Religius, Sejahtera, dan Bermartabat

 

Dalam pencalonannya, Hasan mengusung visi “Membangun Desa, Beriman, Berakhlak, Sejahtera, dan Bermartabat.” Visi tersebut menjadi landasan gagasan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan, pemberdayaan ekonomi, penguatan kehidupan keagamaan, dan pelestarian budaya.

 

Hasan menyadari, perubahan desa membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, semangat kebersamaan, keterbukaan, dan partisipasi warga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

Untuk menerjemahkan visi tersebut ke dalam program kerja, ia merumuskan sepuluh misi pembangunan.

 

Pertama, memperkuat kehidupan keagamaan melalui dukungan terhadap kegiatan keagamaan, pendidikan agama bagi generasi muda, serta pemberdayaan masjid, musala, dan lembaga keagamaan demi terciptanya masyarakat yang religius, rukun, dan toleran.

 

Kedua, meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan desa agar lebih cepat, mudah, transparan, dan ramah kepada masyarakat.

 

Ketiga, membangun serta memperbaiki infrastruktur, termasuk jalan, drainase, penerangan, dan fasilitas umum, disertai pemeliharaan terhadap sarana yang telah tersedia.

 

Keempat, mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor pertanian, peternakan, serta berbagai usaha lokal yang berpotensi dikembangkan.

 

Kelima, mengembangkan potensi wisata desa sebagai sektor unggulan untuk membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

 

Keenam, meningkatkan kebersihan serta kualitas lingkungan melalui gerakan gotong royong dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

 

Ketujuh, memperkuat pemberdayaan pemuda dan perempuan serta memberikan perhatian kepada kelompok lanjut usia dan masyarakat lainnya agar memiliki kesempatan untuk berkembang.

 

Kedelapan, mengedepankan transparansi pengelolaan anggaran desa sekaligus melibatkan masyarakat dalam menentukan arah dan prioritas pembangunan.

 

Kesembilan, mendorong transformasi digital dalam pemerintahan desa agar informasi dan pelayanan publik semakin mudah diakses warga.

 

Kesepuluh, memperkuat sinergi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan, termasuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling).

 

Bagi Hasan, pembangunan desa harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Peningkatan pelayanan publik, perbaikan infrastruktur, penguatan ekonomi warga, pengembangan pariwisata, hingga pelestarian budaya perlu berjalan beriringan.
Potensi Bukit Pamoyanan menjadi salah satu perhatian dalam gagasannya untuk mengembangkan Kawungluwuk.

 

Selain memperkuat daya tarik wisata alam, pengembangan tersebut dapat membuka ruang bagi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi dan usaha berbasis potensi lokal.

 

Di sisi lain, nilai agama, budaya, dan semangat gotong royong tetap menjadi bagian yang ingin dipertahankan dalam proses pembangunan desa.
Hasan berharap, gagasan dan sepuluh misi yang ditawarkannya dapat menjadi bahan pertimbangan masyarakat dalam menentukan arah masa depan Desa Kawungluwuk.

 

Dengan mengedepankan partisipasi warga dan pengembangan potensi lokal, ia menggambarkan perubahan yang ingin diwujudkan sebagai pembangunan desa yang tidak hanya bertumpu pada kemajuan fisik, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat, kualitas sumber daya manusia, dan terjaganya kearifan lokal.

(Deny Suhendar)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita