SUBANG, METROPAGI.COM – Di tengah tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang, Pemerintah Kabupaten Subang mulai memperkuat strategi besar menuju masyarakat yang lebih sehat.
Bukan sekadar mengejar angka administratif, tetapi membangun sistem kesehatan yang benar-benar menyentuh kehidupan warga hingga tingkat wilayah.
Komitmen itu terlihat dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kesehatan Kabupaten Subang yang dibuka langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni atau yang akrab disapa Kang Asep, pada Rabu (20/5/2026) di Hotel Laska Ciater, Kabupaten Subang.
Mengusung tema “Penguatan Implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam Upaya Transformasi Kesehatan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Kabupaten Subang”, kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan kesehatan di Kabupaten Subang.
Sekitar 160 peserta hadir dalam kegiatan itu, mulai dari kepala puskesmas, kasi kecamatan, OPD terkait, hingga unsur lintas sektor lainnya yang selama ini memiliki keterkaitan dengan pelayanan kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Dwinan Marchiawati, menegaskan bahwa peningkatan kualitas kesehatan tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan semata.
Menurutnya, keberhasilan pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sangat membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak.
“Kolaborasi harus dilakukan karena kesehatan bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan saja. Kolaborasi yang terintegrasi diperlukan agar capaian SPM Kabupaten Subang dapat meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Kang Asep menilai Rakor tersebut bukan sekadar agenda rutin pemerintahan, melainkan bagian penting dari komitmen besar Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Ia menekankan bahwa arah pembangunan kesehatan harus berfokus pada dampak nyata bagi masyarakat, bukan hanya pada program administratif.
“Inilah bagian dari komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Subang,” katanya.
Dalam paparannya, Kang Asep juga mengingatkan bahwa persoalan kesehatan sangat dipengaruhi faktor lingkungan dan pola kewilayahan. Karena itu, intervensi kesehatan harus dilakukan secara terintegrasi dan berbasis prioritas wilayah.
“Derajat kesehatan masyarakat itulah yang utama untuk ditingkatkan. Harus ada intervensi dan prioritas kerja kewilayahan karena 40 persen faktor kesehatan berasal dari lingkungan,” terangnya.
Ia pun menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi prioritas pembangunan daerah karena menyangkut kebutuhan paling mendasar masyarakat.
“Meskipun kesehatan bukan segalanya, tetapi tanpa kesehatan segalanya tidak akan berarti,” tuturnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Subang disebut terus menyelaraskan kebijakan daerah dengan agenda transformasi kesehatan nasional yang tengah didorong Pemerintah Pusat.
Menurut Kang Asep, keberhasilan transformasi kesehatan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah daerah dalam mengintegrasikan program kesehatan ke dalam perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah.
“Transformasi kesehatan merupakan prioritas nasional yang harus didukung seluruh pihak dan sangat bergantung pada kemampuan Pemerintah Daerah dalam mengintegrasikan program kesehatan ke dalam perencanaan dan penganggaran,” jelasnya.
Ia berharap Rakor yang berlangsung selama tiga hari tersebut mampu melahirkan langkah konkret yang dapat langsung diterapkan demi meningkatkan capaian pelayanan kesehatan di Kabupaten Subang.
“Rakor ini menjadi momentum penting untuk memperkuat implementasi SPM, efektivitas anggaran, dan sinergi lintas sektor sehingga dapat menghasilkan langkah konkret yang segera diimplementasikan,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Kang Asep kembali menegaskan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk terus mendukung transformasi kesehatan demi menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan berkualitas.
“Pemerintah Daerah Kabupaten Subang terus mendukung transformasi kesehatan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Subang,” tegasnya.
Usai sambutan, Kang Asep secara resmi membuka Rakor Kesehatan yang berlangsung pada 20 hingga 22 Mei 2026 di Hotel Laska Ciater.
Kegiatan tersebut menghadirkan empat narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Bappeda Litbang Kabupaten Bogor, serta Dispemdes Kabupaten Bogor.
Kabupaten Bogor sendiri menjadi salah satu daerah rujukan karena berhasil mencatat capaian SPM terbaik selama tiga tahun berturut-turut.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Kabupaten Subang dalam mempercepat peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. (DS)