METROPAGI.COM, BEKASI – Suasana Pendopo Wali Kota Bekasi tampak berbeda pada Kamis (2/4/2026). Pertemuan antara Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe dan Anggota DPD RI Jihan Fahira berlangsung hangat, menghadirkan dialog terbuka yang sarat semangat kolaborasi.
Kunjungan kerja yang dirangkai dengan silaturahmi tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat jembatan komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Tidak sekadar agenda seremonial, pertemuan ini dimanfaatkan sebagai ruang bertukar gagasan mengenai arah pembangunan Kota Bekasi ke depan.
Dalam sambutannya, Abdul Harris Bobihoe menekankan pentingnya komunikasi langsung antara pemerintah daerah dan perwakilan di tingkat pusat.
Menurutnya, sinergi yang terbangun melalui dialog intensif mampu mempercepat penyelarasan program pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kolaborasi menjadi kunci utama. Ketika pusat dan daerah berjalan seiring, maka percepatan pembangunan akan lebih mudah diwujudkan,” ujarnya.
Sementara itu, Jihan Fahira menyebut kunjungan ini sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Ia menilai, pembangunan yang merata hanya dapat tercapai melalui pemahaman komprehensif terhadap kondisi di daerah.
“Kami hadir untuk mendengar, melihat, dan memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan dengan baik di tingkat pusat,” kata Jihan.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara DPD RI dan pemerintah daerah merupakan fondasi penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pertemuan tersebut tidak hanya diisi dengan diskusi formal, tetapi juga obrolan ringan terkait potensi daerah dan berbagai tantangan yang dihadapi.
Sejumlah isu strategis mengemuka, mulai dari pengembangan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga upaya mendorong kesejahteraan masyarakat.
Sebagai simbol kehangatan, Pemerintah Kota Bekasi turut menyerahkan cinderamata berupa batik khas daerah serta ikon budaya lokal Bang Bek dan Mpok Asih kepada Jihan Fahira.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat koordinasi lintas sektor.
Lebih dari itu, pertemuan ini mencerminkan semangat baru bahwa pembangunan yang kuat lahir dari komunikasi terbuka serta kolaborasi yang berkelanjutan antara pusat dan daerah.(*)