Home Daerah

Air Bersih Jadi Barang Langka di Pasir Gembong, Warga Desak Pemkab Lebak Bertindak

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 

LEBAK, METROPAGI.COM – Bagi warga Kampung Pasir Gembong, Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten, air kini bukan lagi sekadar kebutuhan sehari-hari.

Untuk mendapatkannya, warga harus menempuh jarak lebih jauh, membeli dengan biaya tambahan, bahkan mencari ke kampung sebelah.

Kondisi tersebut berlangsung selama berminggu-minggu. Sumur-sumur warga yang selama ini menjadi sumber utama perlahan mengering seiring musim kemarau, sementara sumber air alternatif di sekitar permukiman sangat terbatas.

“Sudah susah sekali air. Untuk minum saja kami harus beli atau ambil jauh ke kampung sebelah. Kami harap pemerintah jangan tutup mata,” keluh seorang warga Kampung Pasir Gembong, Minggu (20/9/2026).

Krisis air bersih yang dirasakan warga Pasir Gembong terjadi di tengah meluasnya dampak kekeringan di Kabupaten Lebak.

Data BPBD Lebak yang diberitakan pada 17 September 2026 mencatat 63 desa di 19 kecamatan terdampak krisis air bersih, termasuk wilayah Kecamatan Cirinten. BPBD juga telah mendistribusikan ratusan ribu liter air kepada masyarakat terdampak.

Namun, bagi warga Pasir Gembong, bantuan air tetap menjadi kebutuhan mendesak.

Air dibutuhkan bukan hanya untuk minum, tetapi juga memasak, mandi, mencuci dan memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.

Beban Warga Makin Berat

Musim kemarau membuat persoalan air semakin terasa. Warga yang memiliki keterbatasan ekonomi harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air, sementara sebagian lainnya memilih mengambil air dari lokasi yang lebih jauh.

Situasi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat apabila berlangsung berkepanjangan.

Anak-anak dan warga lanjut usia menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian lebih karena kebutuhan air bersih tidak dapat ditunda.

Di sisi lain, warga mempertanyakan ketersediaan infrastruktur air bersih di wilayah pelosok Kecamatan Cirinten.

Mereka berharap persoalan tersebut tidak hanya ditangani ketika musim kemarau tiba, tetapi diikuti pembangunan sarana yang mampu menjamin ketersediaan air dalam jangka panjang.

BPBD Kabupaten Lebak sendiri sebelumnya menyatakan distribusi air menggunakan mobil tangki merupakan langkah darurat.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap bantuan saat kemarau, pemerintah mendorong mitigasi struktural, antara lain melalui pembangunan sumur bor dan infrastruktur penyediaan air.

Warga Minta Bantuan Segera

Masyarakat Kampung Pasir Gembong berharap Pemerintah Kabupaten Lebak melalui BPBD dan instansi terkait segera melakukan penanganan darurat dengan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah mereka.

Selain bantuan jangka pendek, warga juga meminta dilakukan pendataan secara menyeluruh terhadap keluarga yang terdampak sehingga kebutuhan air dapat dipetakan dan penyalurannya lebih tepat sasaran.

Permintaan lainnya menyasar sektor infrastruktur. Warga berharap Dinas PUPR bersama pemerintah desa dan kecamatan dapat mengevaluasi sumber-sumber air yang tersedia serta mempertimbangkan pembangunan sumur bor dalam maupun jaringan pipanisasi.

Pemerintah Desa Cibarani dan Kecamatan Cirinten juga diharapkan segera menyampaikan kondisi warga Pasir Gembong kepada Pemerintah Kabupaten Lebak agar penanganan dapat dilakukan secara terkoordinasi.

Bagi warga, persoalan air tidak bisa menunggu terlalu lama. Setiap hari tanpa ketersediaan air bersih berarti bertambahnya beban untuk memenuhi kebutuhan paling mendasar.

Hingga berita ini diterbitkan, warga Kampung Pasir Gembong masih menanti langkah konkret dari pemerintah.

Di tengah kemarau yang belum sepenuhnya berakhir, mereka berharap suara dari pelosok Lebak tidak berhenti sebagai keluhan. Warga membutuhkan air untuk bertahan, sekaligus solusi agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau. (Iwan H)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita