SUBANG, METROPAGI.COM – Satu kursi strategis di jantung pemerintahan Kabupaten Subang mulai memasuki fase penentuan.
Bukan sekadar soal siapa yang akan menggantikan Sekretaris Daerah (Sekda) Asep Nuroni, tetapi siapa yang paling siap mengambil alih kendali birokrasi dan mengawal arah pembangunan Subang ke depan.
Sepuluh birokrat terbaik Kabupaten Subang kini berada di titik yang sama: menjalani uji kompetensi untuk membuktikan kapasitas, integritas, dan kemampuan mereka sebagai calon Sekda.
Momentum tersebut berlangsung dalam Uji Kompetensi/Asesmen Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Subang di Lembah Sarimas, Kecamatan Ciater, Senin (7/9/2026).
Asesmen dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 7–8 September 2026. Sebelumnya, para peserta telah melewati sejumlah tahapan dalam rangkaian seleksi terbuka yang dimulai sejak 17 Agustus 2026.
Tahapan ini menjadi salah satu penentu penting sebelum nantinya lahir kandidat terbaik yang dinilai mampu meneruskan estafet kepemimpinan birokrasi Kabupaten Subang.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Subang, Dadang Darmawan, menegaskan asesmen dilakukan untuk menguji kemampuan dan kompetensi seluruh peserta.
“10 orang putra-putri terbaik Kabupaten Subang yang hari ini akan mengikuti kegiatan asesmen selama dua hari (7–8 September) untuk menguji kemampuan bapak dan ibu semua dalam seleksi terbuka ini,” kata Dadang.
Menurutnya, proses seleksi mengedepankan sistem merit dengan menjunjung tinggi prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas, serta kompetisi.
Tujuannya jelas, memastikan kursi Sekda tidak hanya ditempati pejabat dengan pengalaman panjang, tetapi oleh figur yang benar-benar memiliki kapasitas untuk menjadi motor penggerak birokrasi.
“Seleksi dengan sistem merit dilakukan secara objektif, transparan, dan kompetitif untuk memilih motor penggerak birokrasi terbaik dalam mendukung akselerasi pembangunan di Kabupaten Subang,” ujarnya.
Hasil asesmen dijadwalkan diumumkan pada 10 September 2026.
Asep Nuroni: Ini Bukan Sekadar Pergantian Pejabat
Bagi Asep Nuroni, proses seleksi Sekda kali ini memiliki arti jauh lebih besar daripada sekadar mencari pengganti pejabat yang memasuki masa purnabakti.
Asep akan mengakhiri masa tugasnya sebagai Sekda Kabupaten Subang pada Oktober 2026. Namun, menjelang berakhirnya masa pengabdian tersebut, ia justru menyatakan optimistis melihat para peserta yang tengah mengikuti seleksi.
Menurut Asep, sepuluh peserta yang berada di hadapannya merupakan figur-figur yang memiliki kapasitas untuk meneruskan estafet kepemimpinan birokrasi Subang.
“Saya tidak akan lama lagi meninggalkan jabatan Sekda. Ternyata untuk melanjutkan estafet jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Subang sangat tepat dengan bapak dan ibu yang ada di depan saya. Saya tidak khawatir lagi terkait estafet jabatan Sekda karena ada di tangan yang tepat, di orang-orang terbaik,” ungkap Asep.
Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan bahwa regenerasi birokrasi menjadi perhatian penting dalam proses seleksi kali ini.
Sebab, Sekda memiliki posisi strategis dalam struktur pemerintahan daerah. Selain menjadi koordinator birokrasi, Sekda juga berperan membantu kepala daerah memastikan kebijakan dapat diterjemahkan menjadi program yang efektif dan pelayanan publik yang berjalan optimal.
“Pengisian jabatan Sekda Kabupaten Subang merupakan bagian penting dalam memastikan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, karena Sekda memiliki peran strategis dalam membantu kepala daerah memastikan layanan publik dan program pembangunan berjalan efektif, terarah, dan akuntabel,” jelasnya.
Karena itu, Asep berharap kandidat yang nantinya terpilih bukan hanya memiliki pengalaman dan rekam jejak birokrasi, tetapi juga mampu membaca berbagai tantangan Kabupaten Subang di masa mendatang.
“Dibutuhkan sosok pimpinan birokrasi yang kompeten, berintegritas, dan memiliki komitmen yang kuat terhadap kepentingan masyarakat dan kemajuan Kabupaten Subang, serta mampu menerjemahkan visi pembangunan ke dalam kebijakan dan kerja nyata,” tegasnya.
Asesor Diminta Tidak Terpengaruh
Untuk menjaga kualitas dan objektivitas seleksi, proses asesmen melibatkan tim penilai kompetensi dari Universitas Padjadjaran.
Ketua Tim Penilaian Kompetensi, John Fresly Hutahaean, memastikan proses penilaian akan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas.
“Kami siap melaksanakan proses ini dengan objektif, transparan, dan akuntabel,” tuturnya.
Asep Nuroni pun meminta tim asesor menjaga independensi selama proses penilaian berlangsung.
Ia berharap seluruh tahapan dapat berjalan tanpa intervensi sehingga hasil akhirnya benar-benar mencerminkan kemampuan masing-masing peserta.
“Saya menaruh harapan besar kepada seluruh tim agar melaksanakan asesmen dengan profesional, objektif, transparan, dan independen, sehingga nantinya diperoleh kandidat terbaik bagi Kabupaten Subang,” pungkasnya.
Usai memberikan sambutan, Asep Nuroni secara resmi membuka tahapan Uji Kompetensi/Asesmen Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Tahun 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri tim asesor, para peserta seleksi, jajaran BKPSDM Kabupaten Subang, serta sejumlah tamu undangan.
Kini, perhatian publik Subang tertuju pada sepuluh birokrat yang tengah diuji. Dari proses inilah nantinya akan ditentukan siapa yang paling memenuhi kriteria untuk meneruskan estafet Sekda.
Lebih dari sekadar pergantian kursi, seleksi ini menjadi pertaruhan penting untuk menentukan siapa yang akan berada di balik kemudi birokrasi Kabupaten Subang—mengawal roda pemerintahan, menerjemahkan kebijakan, sekaligus memastikan pembangunan terus bergerak menuju sasaran yang telah ditetapkan. (Deny Suhendar)