SUBANG, METROPAGI.COM – Jalan bukan sekadar hamparan aspal yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya.
Di tengah pertumbuhan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi, kapasitas jalan menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pergerakan orang maupun barang.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPUBMPR) terus memperkuat konektivitas tersebut melalui proyek pelebaran ruas Jalan Subang–Bantarwaru hingga batas Kabupaten Subang.
Proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah itu kini memasuki tahapan cukup signifikan.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 60 persen.
Pelaksanaan proyek dikerjakan CV Sasino, perusahaan milik putra daerah. Pekerjaan tersebut mencakup sejumlah tahapan konstruksi yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas badan jalan sekaligus mendukung kelancaran arus kendaraan di jalur tersebut.
Direktur CV Sasino, H. Lutfi, mengatakan seluruh proses pekerjaan, mulai dari tahap awal hingga finishing, dilaksanakan dengan mengacu pada kontrak serta Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) yang telah ditetapkan.
“Pekerjaan kami laksanakan sesuai kontrak dan RKS. Setiap tahapan juga terus dipantau agar pelaksanaannya sesuai spesifikasi teknis yang telah ditentukan,” ujar H. Lutfi kepada wartawan, Jumat (12/8/2026).
Ia menjelaskan, pengawasan di lapangan dilakukan bersama konsultan pengawas guna memastikan pekerjaan konstruksi berjalan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang tercantum dalam kontrak.
Sejumlah pekerjaan fisik masih berlangsung, di antaranya galian dan pengecoran pada bagian tertentu yang menjadi rangkaian penataan serta pelebaran badan jalan.
Berbagai kendala teknis yang ditemukan selama proses pekerjaan juga disebut masih dapat ditangani sesuai prosedur pelaksanaan proyek.
Tak hanya mengejar percepatan pembangunan, aspek keselamatan pengguna jalan turut menjadi perhatian.
Rambu-rambu serta perlengkapan pengamanan telah dipasang di sekitar lokasi pekerjaan untuk memberikan peringatan kepada pengendara yang melintas.
Dengan capaian sekitar 60 persen, penyelesaian proyek tersebut kini menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan infrastruktur jalan yang lebih memadai bagi masyarakat.
Pelebaran ruas Jalan Subang–Bantarwaru diharapkan tidak hanya mengurai potensi kemacetan, tetapi juga meningkatkan kapasitas jalan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta membuka ruang yang lebih besar bagi pertumbuhan aktivitas ekonomi di Subang dan wilayah sekitarnya.
Jika rampung sesuai jadwal dan spesifikasi yang ditetapkan, proyek ini diharapkan menjadi salah satu pengungkit konektivitas sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap pusat-pusat kegiatan ekonomi dan pelayanan publik. (Deny Suhendar)