SUBANG, METROPAGI.COM – Semangat syiar Islam kembali menggema di Kabupaten Subang. Sebanyak 187 qari, qariah, hafidz, dan hafidzah terbaik dari berbagai kecamatan siap berkompetisi dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-41 Tingkat Kabupaten Subang Tahun 2026 yang resmi dibuka di Aula Pemda Subang, Selasa (30/6/2026).
Pembukaan MTQ dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ega Agustine Rosyadi.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat syiar Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan semangat masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Islam di kehidupan sehari-hari.
Sebelum perlombaan dimulai, panitia melantik 34 anggota Dewan Hakim sebagai bentuk komitmen menjaga profesionalisme, objektivitas, dan kredibilitas selama proses penilaian berlangsung.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Subang, H. Rahmat Effendi, S.Sos., M.Si., menjelaskan, MTQ ke-41 diikuti oleh 187 peserta yang terdiri atas 101 peserta putra dan 86 peserta putri.
Mereka akan bersaing dalam enam cabang perlombaan, yakni Murottal Al-Qur’an sebanyak 31 peserta, Tilawah Anak-anak 31 peserta, Tilawah Remaja 32 peserta, Tilawah Dewasa 22 peserta, Tahfidz 1 Juz dan Tilawah sebanyak 39 peserta, serta Tahfidz 5 Juz dan Tilawah yang diikuti 32 peserta.
Dalam laporannya, Rahmat Effendi juga memberikan apresiasi kepada Kecamatan Ciater dan Kecamatan Tanjungsiang yang menjadi dua wilayah dengan jumlah peserta terbanyak pada penyelenggaraan MTQ tahun ini.
Dalam sambutannya, Agus Masykur Rosyadi atau yang akrab disapa Kang Akur menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan wadah membangun kecintaan masyarakat terhadap kitab suci sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.
“Kita menyelenggarakan LPTQ ini dalam rangka fastabiqul khairat dan membumikan Al-Qur’an,” ujarnya.
Menurutnya, esensi MTQ tidak hanya diukur dari siapa yang menjadi juara, tetapi juga dari lahirnya semangat untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan persatuan umat, dan menggerakkan masyarakat agar semakin dekat dengan Al-Qur’an.
“MTQ bukan hanya sekadar lomba Al-Qur’an, tetapi menjadi ajang silaturahmi membangun ukhuwah Islamiyah dan menambah semangat masyarakat Subang memberantas buta huruf Al-Qur’an,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa setiap muslim memiliki tanggung jawab untuk membaca, mentadaburi, serta mengimani Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
“Kewajiban kita tentu saja membaca, mentadabburi, dan mengimaninya,” tegas Kang Akur.
Pemerintah Kabupaten Subang, lanjutnya, terus berkomitmen membangun masyarakat yang religius melalui berbagai program yang mendorong budaya membaca Al-Qur’an, termasuk gerakan One Day One Juz (ODOJ) yang dinilai mampu meningkatkan kedekatan masyarakat dengan kitab suci.
Kang Akur juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan MTQ sebagai sarana memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari, bukan semata-mata mengejar prestasi.
Sementara kepada para dewan hakim, ia meminta agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan penuh integritas sehingga hasil perlombaan benar-benar mencerminkan kualitas peserta.
Ia optimistis MTQ ke-41 akan melahirkan qari, qariah, hafidz, dan hafidzah terbaik yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Subang pada ajang MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional.
Mengakhiri sambutannya, Kang Akur secara resmi membuka pelaksanaan MTQ ke-41 Tingkat Kabupaten Subang.
“Bismillahirrahmanirrahim, MTQ Kabupaten Subang saya nyatakan dibuka,” ucapnya.
Acara pembukaan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Subang, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Subang, jajaran LPTQ, dewan hakim, para peserta, serta tamu undangan lainnya. (DS)