METROPAGI.COM, KABUPATEN BEKASI – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Raya Al-Azhar Jababeka pada Kamis (2/4/2026). Ribuan calon jemaah haji berkumpul mengikuti Bimbingan Manasik Haji, menandai tahapan penting menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Sebanyak 3.346 jemaah asal Kabupaten Bekasi dipastikan akan menunaikan ibadah haji tahun 2026. Jumlah ini menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai daerah dengan kuota jemaah terbesar kedua di Jawa Barat.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa kegiatan manasik bukan sekadar formalitas, melainkan bekal utama bagi para jemaah sebelum menjalankan rangkaian ibadah haji.
Baca Juga:
Darah Penjaga Damai Tumpah di Lebanon, MPR RI Desak PBB Bertindak dan Evaluasi Misi TNI
“Manasik haji ini sangat penting agar para calon jemaah memiliki pemahaman yang utuh, baik terkait tata cara ibadah maupun kesiapan mental dan spiritual,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan fisik sekaligus spiritual. Oleh karena itu, kesiapan mental, kesehatan, dan ketahanan diri menjadi faktor krusial agar ibadah dapat berjalan lancar dan khusyuk.
Asep juga mengingatkan para calon jemaah untuk menjaga kondisi tubuh sejak dini. Pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat dianjurkan, terutama bagi jemaah dengan riwayat penyakit seperti hipertensi, kolesterol, dan asam urat.
Baca Juga:
Duka dari Garis “Blue Line”: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Investigasi Serangan UNIFIL
“Mulai sekarang jaga kesehatan. Manfaatkan fasilitas kesehatan yang ada agar saat berangkat kondisi tubuh benar-benar prima,” pesannya.
Selain itu, ia mengimbau para jemaah untuk menjaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci dengan menjunjung tinggi kedisiplinan, ketertiban, serta semangat saling membantu.
“Jadilah duta Kabupaten Bekasi yang membawa nilai-nilai kebaikan,” tambahnya.
Baca Juga:
Purnawirawan Jenderal dan Eks Hakim Agung Ajukan Gugatan ke PN Jaksel, Soroti Penetapan Tersangka Kasus Ijazah Jokowi
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, Mulyono Hilman Hakim, menjelaskan bahwa manasik haji dilaksanakan secara terstruktur sesuai regulasi yang berlaku.
Ia menyebutkan, kegiatan manasik dilakukan dalam dua tahap, yakni empat kali pertemuan di tingkat kecamatan yang tersebar di 13 titik, serta satu kali manasik terintegrasi di tingkat kabupaten.
“Melalui manasik ini, kami ingin memastikan jemaah tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga mampu menjaga nilai kemabruran setelah kembali ke tanah air,” jelasnya.
Berdasarkan data Kementerian Agama, total jemaah haji Kabupaten Bekasi tahun ini mencapai 3.355 orang. Sementara itu, daftar tunggu haji kini menyentuh angka 65.959 calon jemaah, dengan estimasi masa tunggu antara 26 hingga 30 tahun.
Tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam pengelolaan kuota ke depan.
“Kami berharap kuota haji dapat ditambah agar masa tunggu tidak terlalu panjang,” ungkap Mulyono.
Adapun keberangkatan jemaah haji Kabupaten Bekasi dijadwalkan mulai 23 April 2026 secara bertahap hingga pertengahan Mei 2026, mengikuti kelompok terbang masing-masing.
Di balik besarnya angka tersebut, tersimpan kisah panjang tentang kesabaran dan harapan. Setelah menanti puluhan tahun, ribuan warga Bekasi kini bersiap menapaki perjalanan suci menuju Tanah Suci—sebuah momen yang menjadi puncak penantian spiritual dalam hidup mereka.(*)
Sumber: bekasikab.go.id