Subang Jadi Garda Depan One Health, Tikorda Zoonosis Diperkuat Hadapi Ancaman Penyakit Baru

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 

SUBANG, METROPAGI.COM – Di balik geliat industri perunggasan dan besarnya potensi pangan Kabupaten Subang, tersimpan tantangan yang tak kasatmata: ancaman penyakit yang dapat bergerak dari hewan ke manusia.

Karena itu, kewaspadaan tidak lagi cukup dilakukan setelah penyakit muncul. Deteksi dini, pertukaran data, surveilans, dan koordinasi lintas sektor harus bergerak lebih cepat daripada ancamannya.

Semangat itulah yang mengemuka dalam Pertemuan Pembentukan Tim Koordinasi Daerah (Tikorda) Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksi Baru (PIB) Kabupaten Subang, yang dibuka Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, Kamis (10/9/2026), di Aula Sawala Ageung, Hotel Laska Subang.

Pembentukan Tikorda menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem pencegahan dan pengendalian penyakit, sekaligus membangun kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi ancaman kesehatan yang bersumber dari interaksi manusia, hewan, dan lingkungan.

Program tersebut mendapat dukungan Pemerintah Amerika Serikat melalui U.S. Department of State (DoS) dalam program STRIDES-GHS (Strengthening Infectious Disease Detection System–Global Health Security), bekerja sama dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Subang Dipilih Bukan Tanpa Alasan

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. I Ketut Wirata, M.Si., menegaskan bahwa pembentukan Tikorda diarahkan untuk memperkuat kemampuan daerah dalam mendeteksi potensi penyakit sejak dini.

“Program ini untuk memperkuat deteksi, meningkatkan kesiapsiagaan, koordinasi, dan respons terhadap penyakit zoonosis dan PIB agar lebih cepat dan terpadu,” ujarnya.

Menurutnya, Kabupaten Subang menjadi salah satu daerah prioritas karena memiliki aktivitas perunggasan yang cukup besar.

Kondisi tersebut membuat pendekatan One Health menjadi sangat penting. Konsep ini menempatkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan.

“Sejalan dengan pendekatan One Health karena kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan saling terkait. Kabupaten Subang merupakan satu dari enam kabupaten di tiga provinsi yang menjadi prioritas,” katanya.

Besarnya aktivitas perunggasan di Subang, lanjutnya, bukan hanya berkaitan dengan sektor peternakan. Industri tersebut juga memiliki kontribusi terhadap perekonomian masyarakat sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan nasional.

“Dengan pendekatan One Health, kita memastikan hewan yang sehat mendukung masyarakat dan lingkungan yang sehat pula,” lanjutnya.

Ia berharap Tikorda mampu menghasilkan manfaat konkret, mulai dari penguatan kesehatan masyarakat, kesehatan hewan dan lingkungan, keamanan pangan, hingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

13 Juta Ayam dan Risiko yang Tak Boleh Diabaikan

Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi atau Kang Akur menyambut positif ditetapkannya Subang sebagai salah satu daerah prioritas dalam program tersebut.

“Atas nama Bupati dan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang serta masyarakat, kami mengucapkan selamat datang di Kabupaten Subang yang sarat akan potensi bisnis. Ini merupakan komitmen kolektif dalam menjaga ketahanan pangan dan kesehatan pangan bangsa Indonesia,” ujar Kang Akur.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Amerika Serikat melalui U.S. Department of State, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kesehatan yang mendukung penguatan kapasitas daerah.

Menurut Kang Akur, program tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan melalui peningkatan kemampuan deteksi dini, surveilans berkelanjutan, serta integrasi data penyakit.

“Kami mengapresiasi Pemerintah Amerika melalui DoS bersama Kementan dan Kemenkes yang akan mengakselerasi kapasitas kesiapsiagaan, deteksi dini, surveilans berkelanjutan, dan integrasi data penyakit untuk mewujudkan kesehatan global,” katanya.

Kang Akur menegaskan, penetapan Subang sebagai daerah prioritas memiliki alasan kuat. Kabupaten Subang merupakan salah satu sentra industri unggas di Jawa Barat dengan skala populasi yang sangat besar.

“Kabupaten Subang memiliki lanskap strategis dalam ketahanan pangan karena merupakan salah satu sentra industri unggas di Jawa Barat,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, populasi ayam broiler di Kabupaten Subang pada 2025 telah melampaui 13 juta ekor.

Angka tersebut menunjukkan betapa strategisnya sektor perunggasan bagi Subang. Di satu sisi menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan sumber protein, tetapi di sisi lain menghadirkan potensi risiko biologis yang membutuhkan sistem pengawasan kuat.

“Ayam broiler di Kabupaten Subang pada 2025 melampaui 13 juta ekor. Dengan skala usaha yang masif dan perputaran yang besar, tentu menopang ekonomi masyarakat dan menjadi sumber protein. Di balik itu semua ada kerentanan dan risiko biologis yang tidak boleh diabaikan,” ungkapnya.

Jangan Menunggu Penyakit Datang

Kang Akur mengingatkan bahwa ancaman zoonosis dan penyakit infeksi baru harus diantisipasi sejak awal.

Terlebih, pembangunan Kabupaten Subang yang semakin pesat turut meningkatkan mobilitas manusia, hewan, barang, dan aktivitas ekonomi.

“Tantangan ini makin nyata seiring pesatnya pembangunan Kabupaten Subang. Jika ancaman zoonosis dan PIB tidak dikelola dengan mitigasi yang tangguh, dampaknya tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga bisa melumpuhkan perekonomian daerah,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, Tikorda diharapkan tidak sekadar menjadi struktur baru di atas kertas. Lebih jauh, forum tersebut harus mampu menjadi simpul koordinasi yang bekerja nyata ketika ancaman muncul dan bahkan sebelum ancaman itu berkembang menjadi wabah.

“Kami yakin Tikorda akan menjadi kekuatan besar untuk dimanfaatkan melalui dinas teknis daerah,” pungkas Kang Akur.

Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran kementerian terkait secara daring, kepala perangkat daerah, kepala puskesmas, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Bagi Subang, menjaga kesehatan bukan hanya soal menangani penyakit. Ini juga tentang melindungi pangan, menjaga roda ekonomi tetap berputar, dan memastikan pembangunan berjalan tanpa mengorbankan keselamatan masyarakat. (Deny Suhendar)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita