Tingginya jumlah pendaftar menjadi bukti meningkatnya kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan dan kemitraan industri yang dibangun sekolah.
SUBANG, METROPAGI.COM – Antusiasme masyarakat terhadap pendidikan vokasi kembali terlihat dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMK Negeri Cibogo.
Sejak dibuka pada 10 Juni hingga ditutup pada 16 Juni 2026, gelombang pendaftar terus berdatangan, menjadikan sekolah tersebut sebagai salah satu tujuan favorit calon peserta didik di Kabupaten Subang.
Lonjakan jumlah pendaftar tidak hanya berasal dari wilayah Kecamatan Cibogo, tetapi juga dari berbagai daerah di luar Kabupaten Subang.
Fenomena ini menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan SMKN Cibogo.
Di tengah persaingan dunia pendidikan yang semakin kompetitif, SMKN Cibogo berhasil memperkuat posisinya sebagai sekolah kejuruan yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja melalui pendidikan berbasis kompetensi dan kemitraan industri.
Kepala SMKN Cibogo, Dede Saryono, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas tingginya minat masyarakat yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada sekolah yang dipimpinnya.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya peningkatan mutu yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penguatan pembelajaran berbasis industri, pengembangan fasilitas praktik, hingga pembinaan prestasi peserta didik di berbagai bidang.
“Kepercayaan masyarakat ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Kami berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Dede, Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan, salah satu faktor yang menjadi daya tarik SMKN Cibogo adalah kuatnya kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Kemitraan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri modern.
Menurut Dede, penyelarasan kurikulum dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pasar kerja terus dilakukan agar peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang relevan dan aplikatif.
“Kemitraan antara sekolah dan dunia industri merupakan langkah strategis dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Melalui kerja sama yang baik, kami berupaya menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan industri sehingga peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja,” jelasnya.
Ia berharap sinergi antara sekolah dan industri dapat terus diperkuat guna melahirkan sumber daya manusia yang unggul, produktif, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat regional maupun nasional.
Sementara itu, Ketua Panitia SPMB SMKN Cibogo, Darsono, S.T., mengatakan seluruh rangkaian pendaftaran berjalan lancar berkat kesiapan panitia dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik melalui sistem daring maupun layanan langsung di sekolah.
“Kami berupaya memberikan pelayanan yang optimal agar seluruh proses pendaftaran berjalan tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tingginya jumlah pendaftar menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.
Setelah tahapan pendaftaran berakhir, proses seleksi akan dilanjutkan sesuai jadwal pelaksanaan SPMB Tahap I dan Tahap II yang telah ditetapkan.
Tingginya animo masyarakat pada tahun ini semakin mengukuhkan SMKN Cibogo sebagai salah satu sekolah vokasi yang dipercaya mampu mencetak lulusan berkualitas, siap kerja, dan adaptif terhadap perkembangan industri.
Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil, SMKN Cibogo optimistis dapat terus menjadi tempat lahirnya generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal keterampilan yang relevan dan berdaya saing tinggi. (DS)