Home Daerah

Menjelang Malam, Afrijal Datangi Rumah Abah Jatir di Banjarsari, Bantuan Sembako Jadi Pesan Kemanusiaan

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 

LEBAK, METROPAGI.COM – Kepedulian tak selalu hadir dalam bentuk besar. Kadang, ia datang menjelang malam, mengetuk pintu rumah warga yang sedang membutuhkan, lalu membawa sesuatu yang sederhana tetapi begitu berarti.

Itulah yang dirasakan Abah Jatir, warga Kampung Warungsugan, RT/RW 007/002, Desa Cilegong Ilir, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten, ketika menerima bantuan kebutuhan pokok pada Selasa (15/9/2026) malam.

Bantuan tersebut disalurkan langsung oleh Afrijal, Direktur Utama CV Falaha Dahril, perusahaan tambang galian pasir yang beroperasi di wilayah Kecamatan Banjarsari.

Sekitar pukul 18.20 WIB, Afrijal mendatangi kediaman Abah Jatir. Ia membawa sejumlah kebutuhan pokok, di antaranya beras sebanyak 10 kilogram, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang dinilai membutuhkan perhatian.

Kondisi tempat tinggal Abah Jatir menjadi salah satu alasan munculnya inisiatif tersebut. Bagi Afrijal, membantu sesama tidak harus menunggu momentum besar. Ketika ada warga yang membutuhkan, kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana.

“Ini atas dasar inisiatif sendiri. Saya ingin membantu warga yang memang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban,” ujar Afrijal.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, Afrijal turut didampingi Ketua GRIB Jaya PAC Kecamatan Banjarsari, Tanu Wijaya.

Tanu menilai langkah tersebut menjadi contoh bahwa kepedulian sosial masih memiliki ruang penting dalam kehidupan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Membantu masyarakat yang membutuhkan merupakan bentuk kepedulian sosial dan sudah menjadi kewajiban kita bersama sebagai sesama manusia,” kata Tanu Wijaya.

Bukan Sekadar Beras, Ada Pesan Kemanusiaan

Bagi Abah Jatir, bantuan yang diterimanya bukan semata-mata beras dan kebutuhan pokok. Lebih dari itu, kedatangan tersebut membawa pesan bahwa dirinya dan keluarganya masih mendapat perhatian dari lingkungan sekitar.

Dengan penuh rasa syukur, Abah Jatir menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga kebaikan ini mendapatkan balasan yang baik,” ungkap Abah Jatir.

Aksi sosial tersebut sekaligus menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan penting di tengah masyarakat.

Di tengah berbagai persoalan ekonomi dan sosial yang dihadapi sebagian warga, kepedulian menjadi jembatan yang menghubungkan mereka yang memiliki kemampuan untuk berbagi dengan mereka yang sedang menghadapi keterbatasan.

Bantuan yang diberikan kepada Abah Jatir mungkin terlihat sederhana. Namun bagi penerimanya, perhatian tersebut dapat memiliki arti yang jauh lebih besar: sebuah pengingat bahwa dalam menghadapi kesulitan, masih ada tangan yang bersedia membantu.

Semangat semacam itu diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat Banjarsari dan Kabupaten Lebak.

Sebab, membangun kehidupan sosial yang kuat bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang memastikan tidak ada warga yang merasa berjalan sendirian ketika menghadapi kesulitan.

Dari sebuah rumah sederhana di Kampung Warungsugan, pesan itu kembali mengemuka: kebaikan tidak harus menunggu besar untuk menjadi berarti. (Iwan H)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita