Home › Daerah

Jelang Musim Tanam, Stok Pupuk Bersubsidi di Subang Capai 5.933 Ton

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 

SUBANG (METROPAGI.COM). – Menghadapi prediksi datangnya musim hujan pada pekan ketiga Oktober 2026, PT Pupuk Kujang Cikampek memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan petani, khususnya di Kabupaten Subang. Langkah ini dilakukan guna mendukung persiapan musim tanam setelah sebagian petani menunda aktivitas tanam akibat kemarau panjang.

 

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat, wilayah Jawa Barat telah memasuki fase peralihan musim pada dasarian kedua Oktober 2026. Musim hujan diprediksi mulai pada pekan ketiga Oktober, bergerak dari wilayah selatan menuju kawasan tengah hingga utara.

 

VP Komunikasi Korporat Pupuk Kujang, R. Idho Pramana, mengatakan perusahaan terus menjaga operasional produksi dan ketersediaan pupuk agar kebutuhan petani dapat terpenuhi ketika musim tanam kembali dimulai.

 

“Langkah ini diambil demi menjamin ketersediaan pupuk saat para petani mulai memasuki masa tanam, sekaligus mendukung penguatan cadangan pangan strategis nasional,” kata Idho, Senin (19/10/2026).

 

Ia mengimbau para petani agar tidak khawatir terhadap ketersediaan pupuk dan dapat melakukan penebusan melalui kios resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

 

“Jadi, para petani tak perlu khawatir, bisa segera menebus di kios resmi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

 

Stok Pupuk Bersubsidi di Jawa Barat Capai 98 Ribu Ton

 

Pupuk Kujang menyatakan terus menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi menjelang musim tanam. Berdasarkan pendataan hingga 15 Oktober 2026, stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat tercatat mencapai 98.011,8 ton.

 

Stok tersebut terdiri atas 69.212,7 ton pupuk Urea dan sekitar 28.799 ton pupuk NPK. Sementara itu, ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Subang tercatat sebanyak 5.933,3 ton, yang terdiri atas 3.284,2 ton Urea dan 2.649,1 ton NPK.

 

Idho mengatakan, kemarau panjang yang diwarnai tantangan fenomena El Niño menjadi ujian bagi sektor pertanian. Dalam kondisi tersebut, keandalan produksi, distribusi, dan rantai pasok pupuk menjadi faktor penting untuk mendukung keberlangsungan usaha tani.

 

Menurutnya, Pupuk Kujang berkomitmen menjaga pasokan agar petani tetap dapat mempersiapkan lahan dan menjalankan kegiatan pertanian sesuai kondisi cuaca serta jadwal tanam di wilayah masing-masing.

 

“Pupuk Kujang berkomitmen penuh untuk mendampingi petani dan memastikan para petani tidak menghadapi tantangan kemarau ini sendirian,” kata Idho.

 

Ia menambahkan, stok pupuk bersubsidi telah disiapkan di gudang untuk menjaga kelancaran pasokan, termasuk dalam memenuhi kebutuhan petani di Kabupaten Subang. Perusahaan juga berupaya memastikan distribusi berjalan lancar ketika permintaan meningkat seiring dimulainya musim tanam.

 

Dengan ketersediaan stok dan penyaluran yang terjaga, kebutuhan pupuk petani diharapkan dapat terpenuhi tepat waktu dan merata. Kondisi ini diharapkan turut mendukung produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah perubahan kondisi iklim.

 

Meski demikian, petani tetap perlu memperhatikan informasi resmi mengenai prakiraan cuaca, jadwal tanam, serta ketentuan penebusan pupuk bersubsidi agar persiapan musim tanam dapat berjalan optimal. ( Deni Suhendar)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita