LEBAK, METROPAGI.COM – Harapan masyarakat Desa Ciginggang, Kecamatan Gunungkencana, untuk menikmati akses jalan yang layak masih jauh dari kenyataan.
Jalan poros desa yang menjadi jalur utama aktivitas warga kini mengalami kerusakan cukup parah, memicu keluhan dari berbagai kalangan karena dinilai menghambat mobilitas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Di sejumlah titik, badan jalan tampak dipenuhi lubang, permukaan bergelombang, hingga genangan lumpur saat hujan turun.
Kondisi tersebut membuat perjalanan warga menjadi tidak nyaman, bahkan rawan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor dan para pelajar yang melintasi jalur tersebut setiap hari.
Jalan poros Desa Ciginggang selama ini berperan penting sebagai akses penghubung aktivitas masyarakat.
Selain digunakan warga untuk bekerja dan bersekolah, jalan tersebut juga menjadi jalur distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama sebagian besar masyarakat setempat.
Namun, kondisi jalan yang terus memburuk membuat biaya transportasi dan distribusi hasil panen meningkat.
Warga pun mengaku kesulitan saat harus mengangkut hasil pertanian ke pasar maupun ke wilayah lain.
Kerusakan jalan ini diduga berkaitan dengan tingginya aktivitas kendaraan berat pengangkut batu dari area pertambangan yang beroperasi di wilayah Desa Ciginggang.
Intensitas lalu lintas truk bermuatan besar yang melintasi jalan tersebut disebut-sebut mempercepat penurunan kualitas badan jalan yang sebagian besar masih berupa tanah merah dan material pengerasan sederhana.
Kepala Desa Ciginggang, Hendra, mengungkapkan bahwa hingga saat ini kondisi jalan semakin memprihatinkan.
Ia juga menyayangkan belum adanya komunikasi maupun koordinasi resmi dari pihak pengusaha tambang terkait penggunaan akses jalan desa tersebut.
“Sampai hari ini belum ada pemberitahuan, apalagi kontribusi untuk perbaikan jalan dari pihak pengusaha. Padahal jalan ini digunakan bersama dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Hendra saat dihubungi melalui WhatsApp, Selasa (16/6/2026).
Keluhan serupa disampaikan warga yang setiap hari melintasi jalan tersebut. Mereka berharap ada langkah nyata untuk memperbaiki kondisi jalan yang dinilai semakin membahayakan.
“Kalau hujan turun jalannya sangat licin. Pengendara motor sering terjatuh. Anak-anak sekolah juga harus melewati jalan yang kondisinya rusak seperti ini setiap hari,” kata seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Lebak melalui instansi terkait dapat segera turun tangan melakukan perbaikan.
Selain itu, warga juga meminta pihak perusahaan yang memanfaatkan akses jalan desa ikut bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan dari aktivitas operasionalnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengusaha tambang batu belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan dampak aktivitas angkutan terhadap kerusakan jalan maupun rencana perbaikan yang akan dilakukan.
Warga berharap Pemerintah Desa Ciginggang, Pemerintah Kecamatan Gunungkencana, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak segera mengambil langkah konkret agar kondisi jalan tidak semakin rusak dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman dan lancar. (Iwan H)