Home Daerah

TMMD 130 Gebrak Pelosok Subang, Jalan Baru 1,5 Kilometer dan Air Bersih Disiapkan untuk Cupunagara

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 

SUBANG, METROPAGI.COM – Pembangunan tak boleh berhenti di pusat kota. Dari Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, denyut pembangunan justru diarahkan langsung menyentuh kebutuhan dasar warga.

Melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026, akses wilayah yang selama ini menjadi bagian penting dalam aktivitas masyarakat akan mendapat dorongan pembangunan melalui pembukaan jalan baru sepanjang 1,5 kilometer sekaligus penyediaan sarana air bersih di lima titik.

Kabupaten Subang ditetapkan sebagai salah satu lokasi pelaksanaan TMMD ke-130 di wilayah Korem 063/SGJ.

Program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi TNI, pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pembangunan hingga ke kawasan perdesaan.

Rencana pelaksanaan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakor) TMMD ke-130 TA 2026 di Ruang Puskodal Korem 063/SGJ, Kota Cirebon, Kamis (17/9/2026).

Rakor dihadiri Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, bersama jajaran Korem 063/SGJ dan diikuti secara daring melalui Zoom Meeting bersama Mabes TNI AD.

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, program ini menempatkan desa sebagai salah satu titik penting dalam upaya memperkuat konektivitas, pelayanan dasar, dan pemberdayaan masyarakat.

Jalan Dibuka, Akses Warga Diperluas

Salah satu sasaran utama TMMD di Desa Cupunagara adalah pembukaan jalan baru sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter.

Jalan tersebut diharapkan menjadi akses baru yang memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka konektivitas antarwilayah.

Infrastruktur itu juga diharapkan dapat mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga serta memudahkan masyarakat mengembangkan potensi wilayah.

Namun TMMD ke-130 tidak berhenti pada pembangunan jalan.

Kebutuhan air bersih juga menjadi sasaran utama. Lima titik sarana air bersih disiapkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah sasaran.

Dua sasaran tersebut—jalan dan air bersih—menunjukkan arah pembangunan yang tidak sekadar mengejar pembangunan fisik, tetapi menyentuh langsung kebutuhan sehari-hari masyarakat.

TNI-Rakyat, Kekuatan dari Desa

Waaster Kasad Bidang Binter Brigjen TNI Boemi Ario Bimo menegaskan, TMMD merupakan cerminan komitmen bersama untuk mendukung pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Ini merupakan cerminan komitmen bersama sebagai langkah awal mendukung program pembangunan yang menyentuh kepentingan rakyat secara langsung,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak dapat berdiri sendiri. Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kekuatan utama agar program yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan wilayah.

“Kolaborasi ini akan terus terjalin guna mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui TMMD,” katanya.

Semangat tersebut, lanjutnya, berakar pada filosofi kemanunggalan TNI-Rakyat dan tradisi gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

“TMMD berakar pada filosofi kemanunggalan TNI-Rakyat dan tradisi gotong royong yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan masyarakat dalam mengelola potensi wilayah secara mandiri dan berkesinambungan,” jelasnya.

Dari Cupunagara untuk Subang

Penetapan Desa Cupunagara sebagai lokasi TMMD ke-130 kembali menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang kawasan perkotaan.

Dari desa, pembangunan justru dapat dimulai dari kebutuhan yang paling nyata: jalan untuk membuka akses dan air bersih untuk menopang kehidupan masyarakat.

Jalan baru sepanjang 1,5 kilometer diharapkan bukan sekadar membelah wilayah, tetapi membuka konektivitas dan ruang gerak baru bagi warga. Sementara sarana air bersih di lima titik diarahkan untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Di titik inilah semangat “Membangun Negeri dari Desa” menemukan bentuk konkretnya.

Pembangunan tidak hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun atau jumlah sarana yang tersedia, tetapi dari seberapa jauh manfaatnya dirasakan masyarakat dan seberapa besar akses baru yang tercipta bagi desa untuk berkembang.

Rakor tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Subang, Kepala Bapperida Subang, Plt. Kepala DPMD Subang, jajaran Korem 063/SGJ, serta jajaran Kodim 0605/Subang. (Deny Suhendar)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita