LEBAK, METROPAGI.COM – Sebuah momen tak biasa dalam acara keagamaan di Kampung Sigeung, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten, mendadak menjadi sorotan setelah videonya beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, seorang Qori tampak sedang melantunkan ayat suci Al-Qur’an dalam rangkaian Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah.
Suasana yang semula khidmat kemudian menarik perhatian ketika sejumlah jamaah terlihat maju ke depan dan memberikan uang dengan cara melemparkannya ke meja yang berada di hadapan Qori.
Uang kertas tampak berserakan hingga menumpuk di atas meja.
Momen tersebut kemudian direkam dan diunggah melalui akun TikTok @ridwangunawan75. Video itu dikutip METROPAGI.COM pada Selasa (15/9/2026) dan selanjutnya memunculkan beragam respons dari warganet.
Bukan Nominalnya, Cara Pemberian yang Jadi Sorotan
Perhatian publik terhadap video tersebut bukan semata-mata tertuju pada jumlah uang yang diberikan.
Justru, cara pemberian uang ketika ayat suci Al-Qur’an sedang dilantunkan menjadi bagian yang paling banyak diperbincangkan.
Sebagian warganet menilai pemberian tersebut dapat dipahami sebagai bentuk sedekah atau penghargaan kepada Qori. Namun, ada pula yang mempertanyakan apakah cara tersebut sudah mencerminkan suasana tertib dan santun dalam sebuah majelis keagamaan.
Salah satu warganet, @Sahum Tania, menyampaikan pandangannya melalui kolom komentar.
“Ya Allah, miris ya di zaman sekarang. Padahal ada cara yang lebih baik dan sopan menurut saya. Mungkin diamplopin uangnya itu lebih baik dan sopan,” tulisnya.
Komentar tersebut kemudian menjadi bagian dari perbincangan yang berkembang di kolom komentar.
Di sisi lain, respons warganet tidak sepenuhnya seragam. Ada yang melihat aksi tersebut sebagai bentuk spontanitas jamaah dan ekspresi penghargaan kepada Qori.
Perbedaan pandangan tersebut membuat video semakin menarik perhatian pengguna media sosial.
Ketika Niat Baik Berhadapan dengan Persoalan Adab
Terlepas dari niat masing-masing jamaah, fenomena tersebut membuka ruang refleksi mengenai pentingnya adab dalam kegiatan yang berkaitan dengan Al-Qur’an.
Ketika ayat suci sedang dilantunkan, suasana tenang dan khusyuk menjadi bagian penting dalam menghormati bacaan Al-Qur’an.
Karena itu, pemberian uang kepada Qori sebenarnya dapat ditempatkan sebagai persoalan tersendiri dari cara penyampaiannya.
Niat untuk bersedekah atau memberikan penghargaan tentu dapat dilakukan dengan berbagai cara. Namun, dalam suasana pembacaan Al-Qur’an, masyarakat juga dapat mempertimbangkan cara yang lebih tertib agar pemberian tersebut tidak mengganggu kekhusyukan majelis.
Persoalan inilah yang kemudian membuat video tersebut tidak sekadar menjadi tontonan viral, tetapi juga memunculkan diskusi tentang bagaimana tradisi memberikan penghargaan kepada Qori dapat berjalan beriringan dengan nilai kesopanan.
Viral di Media Sosial, Publik Diajak Tidak Terburu-buru Menghakimi
Peredaran video singkat di media sosial sering kali membuat sebuah peristiwa terlihat hanya dari satu sudut pandang.
Karena itu, reaksi publik terhadap video tersebut idealnya tetap mempertimbangkan konteks keseluruhan acara.
Tidak semua hal yang terekam dalam beberapa detik dapat menggambarkan keseluruhan niat, kebiasaan, maupun latar belakang orang-orang yang berada di dalamnya.
Dalam konteks ini, peristiwa di Kampung Sigeung lebih tepat ditempatkan sebagai bahan refleksi bersama mengenai pentingnya menjaga suasana majelis keagamaan.
Terlebih acara tersebut merupakan bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang pada dasarnya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan dan keteladanan Rasulullah, sekaligus memperkuat kecintaan kepada Nabi serta membangun ukhuwah di tengah masyarakat.
Maulid Bukan Sekadar Seremoni
Peringatan Maulid Nabi tidak hanya berbicara mengenai kemeriahan sebuah acara.
Lebih dari itu, momentum tersebut juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kembali nilai akhlak, kesantunan, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama.
Karena itu, perdebatan mengenai aksi pemberian uang kepada Qori dapat diarahkan menjadi refleksi yang lebih konstruktif.
Jika masyarakat ingin memberikan sedekah maupun penghargaan kepada Qori, pemberian secara tertib dan santun dapat menjadi salah satu pilihan agar niat baik tetap tersampaikan tanpa mengurangi kekhusyukan acara.
Dengan demikian, viralnya video tersebut tidak harus berujung pada saling menyalahkan.
Sebaliknya, fenomena itu dapat menjadi pengingat bahwa niat baik akan semakin indah ketika disampaikan dengan cara yang baik pula.
Belum Ada Keterangan Resmi dari Panitia
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak panitia penyelenggara maupun Qori yang terlihat dalam video mengenai aksi pemberian uang tersebut.
Karena itu, berbagai penilaian yang berkembang di media sosial masih merupakan respons dan persepsi warganet terhadap tayangan yang beredar.
METROPAGI.COM menyajikan informasi ini berdasarkan video yang beredar di TikTok dan tanggapan pengguna media sosial terhadap unggahan tersebut.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, setiap tayangan viral tetap perlu dilihat secara utuh, kritis, dan proporsional—terlebih ketika menyangkut kegiatan keagamaan dan kehidupan masyarakat. (Iwan H)