SUBANG, METROPAGI.COM – Ketika ratusan mesin Royal Enfield meraung menyusuri jalanan Subang, yang bergerak bukan hanya roda-roda kendaraan.
Sebuah pesan tentang persaudaraan, pariwisata dan geliat ekonomi daerah ikut melaju bersama rombongan sekitar 300 rider.
Kabupaten Subang menjadi salah satu panggung perjalanan The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree (IREJ) 2026-Wingday yang digelar REBORN Indonesia.
Para rider menjadikan Subang sebagai salah satu titik persinggahan dalam perjalanan lintas alam Jawa Barat, Sabtu (12/9/2026).
Konvoi tersebut dilepas langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni, dari halaman Kantor Bupati Subang.
Momentum ini terasa istimewa. Sebab, bagi Subang, kedatangan ratusan rider dari berbagai daerah bukan semata agenda komunitas otomotif.
Ini adalah kesempatan memperlihatkan wajah Subang kepada para pelancong yang datang dengan semangat petualangan.
Bukan Sekadar Touring, Subang Sedang “Berbicara”
Mengusung tema “Spirit of Brotherhood”, perjalanan yang berlangsung 11–12 September 2026 tersebut membawa semangat persaudaraan komunitas Royal Enfield.
Rute perjalanan dimulai dari Bandung menuju Subang, kemudian berlanjut ke kawasan Waduk Jatigede sebelum peserta kembali ke Bandung untuk mengikuti rangkaian agenda selanjutnya.
Namun ada hal lain yang ikut menjadi sorotan: lanskap Subang.
Pegunungan, dataran hingga pesisir menjadi bagian dari panorama yang dinikmati para rider sepanjang perjalanan.
Sekda Subang Asep Nuroni yang akrab disapa Kang Asep menyambut positif kehadiran komunitas tersebut.
“Selamat datang kepada seluruh rider Royal Enfield di Kabupaten Subang. Tentunya kami merasa bangga karena Subang menjadi salah satu checkpoint dari rangkaian The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree 2026-Wingday,” ujar Kang Asep.
Menurutnya, kekuatan Subang justru berada pada keragaman geografis yang dimiliki.
“Subang potensi alamnya lengkap, ada pegunungan, dataran dan pesisir atau pantai. Di rute tersebut disuguhkan dengan keindahan alamnya. Apalagi di wilayah selatan lintasannya bagus, seperti miniatur Sirkuit Mandalika di NTB,” ungkapnya.
300 Rider, Ratusan Cerita Tentang Subang
Setiap rider yang melintas membawa pengalaman masing-masing. Dan setiap pengalaman berpotensi menjadi cerita baru tentang Subang ketika mereka kembali ke daerah asal.
Di sinilah kegiatan komunitas memiliki kekuatan promosi yang berbeda.
Destinasi tidak hanya diperkenalkan melalui brosur atau ruang promosi, tetapi melalui pengalaman langsung di jalan.
Rider melihat panorama, merasakan jalur perjalanan dan berinteraksi dengan lingkungan serta masyarakat yang dilewati.
Kang Asep menyebut masuknya Subang dalam rute jambore tersebut sebagai sebuah kebanggaan dan kehormatan.
“Ini tentunya merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bahwa Subang masuk dalam rangkaian rute kegiatan The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree 2026-Wingday. Di samping sebagai ajang memperkuat silaturahmi dan berkumpul, tentunya banyak makna serta hikmahnya,” tuturnya.
Deru Mesin yang Ikut Menggerakkan Ekonomi
Ada sisi lain yang tidak kalah penting dari kedatangan sekitar 300 rider tersebut.
Mobilitas komunitas selama berada di Subang berpotensi memberikan efek domino bagi perekonomian daerah.
Hotel mendapatkan peluang okupansi. Kuliner memperoleh pasar baru. Transportasi ikut bergerak. Pelaku UMKM mendapat kesempatan memperkenalkan produk kepada peserta dari berbagai wilayah.
Dengan kata lain, sebuah perjalanan komunitas bisa berubah menjadi etalase berjalan bagi ekonomi lokal.
Produk unggulan daerah, kuliner khas dan ekonomi kreatif Subang memiliki kesempatan untuk mendapatkan perhatian dari para peserta.
Bagi daerah yang tengah mendorong pengembangan pariwisata, momentum seperti ini tentu memiliki nilai strategis.
Subang Tak Lagi Sekadar Tempat Lewat
Kehadiran Royal Enfield di Subang memberikan satu pesan penting: sebuah daerah tidak harus menunggu wisatawan datang untuk kemudian memperkenalkan dirinya.
Terkadang, cukup membuka jalan, menyambut dengan hangat dan membiarkan keindahan alam berbicara.
Dari perjalanan komunitas, Subang mendapatkan ruang untuk memperkenalkan identitasnya.
Dari persaudaraan, lahir jejaring baru.
Dari pariwisata, muncul peluang ekonomi.
Dan dari ratusan roda yang bergerak, terbuka kemungkinan lebih banyak orang mengenal Subang sebagai destinasi yang layak dikunjungi.
Hari itu, Royal Enfield bukan hanya melintasi Subang. Mereka ikut membawa cerita tentang Subang ke berbagai penjuru Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Subang Indri Tandia, S.STP., M.Si., Chief Baba, Chief Acep, serta seluruh peserta The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree 2026-Wingday. (Deny Suhendar)