LEBAK, METROPAGI.COM – Suasana haru menyelimuti Pendopo Kabupaten Lebak, Kamis malam (14/5/2026), saat ratusan calon jemaah haji berpamitan dengan keluarga sebelum berangkat menuju Tanah Suci.
Tangis pecah di antara lantunan talbiyah, doa-doa yang dipanjatkan, serta pelukan hangat keluarga yang mengantar keberangkatan para tamu Allah tersebut.
Sebanyak 393 calon jemaah haji yang tergabung dalam Kloter JKB 18 resmi dilepas menuju embarkasi baru di Cipondoh.
Keberangkatan tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Banten karena untuk pertama kalinya jemaah diberangkatkan melalui Embarkasi JKB Cipondoh.
Sejak sore hingga malam hari, area pendopo dipadati keluarga jemaah, tokoh agama, unsur Forkopimda, hingga jajaran Pemerintah Kabupaten Lebak yang ingin menyaksikan langsung momen penuh emosional tersebut.
Keberadaan embarkasi baru di Cipondoh disambut antusias masyarakat karena dinilai memberikan kemudahan bagi calon jemaah haji asal Banten.
Selain jarak tempuh yang lebih dekat, fasilitas embarkasi lokal juga membuat proses keberangkatan menjadi lebih nyaman dan efisien dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Lebak, Hj. Halimatussadiah, mengatakan Kloter JKB 18 terdiri dari 385 jemaah reguler dan delapan petugas haji yang akan mendampingi selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
“Seluruh jemaah telah melalui tahapan persiapan dan pemeriksaan kesehatan. Kami berharap seluruh proses ibadah berjalan lancar dan para jemaah kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,” ujarnya.
Di antara ratusan jemaah tersebut, perhatian masyarakat tertuju pada dua sosok dengan kisah yang menyentuh hati.
Nazwa Zia Malika yang masih berusia 16 tahun tercatat sebagai jemaah termuda dalam kloter itu.
Sementara Asbiah Kasim berusia 91 tahun menjadi jemaah tertua yang ikut berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini.
Kehadiran keduanya seolah menjadi simbol bahwa panggilan ke Tanah Suci tidak mengenal batas usia.
Semangat muda dan keteguhan seorang lansia berpadu dalam perjalanan spiritual yang penuh makna.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Banten, Dr. H. Syamsudin, mengapresiasi kesiapan seluruh pihak dalam mendukung keberangkatan perdana melalui embarkasi lokal Cipondoh.
“Ini merupakan bentuk kolaborasi semua pihak demi memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Banten. Dengan embarkasi Cipondoh, proses keberangkatan menjadi lebih cepat, efektif, dan nyaman,” katanya.
Sementara itu, Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, berpesan kepada seluruh jemaah agar menjaga kesehatan, kekompakan, serta nama baik daerah selama berada di Tanah Suci.
Menurutnya, ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual pribadi, tetapi juga membawa identitas daerah dan bangsa di tengah jutaan umat Muslim dari berbagai negara.
“Jaga martabat daerah dengan sikap santun dan disiplin. Saya juga mohon doa dari bapak ibu sekalian agar Kabupaten Lebak selalu diberikan kemajuan dan keberkahan,” ujar Hasbi di hadapan para jemaah.
Menjelang tengah malam, satu per satu bus mulai bergerak meninggalkan pendopo. Lambaian tangan keluarga terus mengiringi keberangkatan hingga kendaraan perlahan hilang di kejauhan.
Malam itu, Kabupaten Lebak bukan hanya melepas ratusan warganya menuju Makkah, tetapi juga mengantarkan doa, harapan, serta kerinduan yang kelak ingin dipertemukan kembali dalam keadaan selamat dan menjadi haji yang mabrur. (Iwan H)