BEKASI, METROPAGI.COM – Gudang lembap, loteng yang lama tertutup, hingga sudut rumah yang dipenuhi barang bekas ternyata dapat menjadi sumber ancaman kesehatan yang sering tidak disadari masyarakat.
Di tempat-tempat itulah tikus kerap berkembang biak dan meninggalkan kotoran yang berpotensi membawa Hantavirus, penyakit zoonosis berbahaya yang dapat menyerang paru-paru maupun ginjal manusia.
Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus, meski hingga kini belum ditemukan kasus di wilayah Kota Bekasi.
Imbauan tersebut disampaikan pada Minggu (10/5/2026) sebagai langkah antisipasi dini agar masyarakat lebih memahami bahaya penyakit yang ditularkan melalui tikus tersebut.
Hantavirus dikenal sebagai virus yang dapat menyebabkan gangguan serius, seperti Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).
Pada kondisi berat, penyakit ini bahkan memiliki tingkat kematian hingga 38 persen apabila terlambat ditangani.
Berbeda dengan penyakit menular lain, Hantavirus tidak menyebar dari manusia ke manusia.
Penularannya terjadi ketika seseorang menghirup partikel debu yang telah tercemar urin, air liur, atau kotoran tikus yang mengering.
Risiko penularan umumnya meningkat saat warga membersihkan gudang, rumah kosong, loteng, maupun ruangan lama yang tidak digunakan tanpa perlindungan yang memadai.
Pada tahap awal, gejala Hantavirus sering menyerupai flu biasa, seperti demam tinggi, nyeri otot, tubuh lemas, mual, dan muntah.
Namun jika kondisi berkembang lebih parah, penderita dapat mengalami sesak napas, batuk, hingga dada terasa tertekan.
Dinas Kesehatan Kota Bekasi meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala tersebut, terutama setelah kontak dengan tikus atau berada di area yang terkontaminasi.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat melalui gerakan “3M Plus”.
Salah satunya dengan menutup seluruh celah atau lubang yang memungkinkan tikus masuk ke dalam rumah.
Warga juga diminta membersihkan kotoran tikus dengan cara aman. Kotoran tidak dianjurkan disapu dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel virus beterbangan di udara.
Area yang terkontaminasi disarankan disemprot menggunakan disinfektan atau campuran bayclin dan air dengan perbandingan 1:10, didiamkan selama lima menit, lalu dibersihkan menggunakan lap.
Penggunaan masker N95 dan sarung tangan juga sangat dianjurkan saat proses pembersihan.
Selain itu, makanan sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat agar tidak mengundang tikus datang ke lingkungan rumah.
Warga juga disarankan membuka jendela sekitar 30 menit sebelum memasuki ruangan yang lama tertutup, serta rutin membersihkan gudang dan menjemur kasur agar rumah tetap sehat dan tidak menjadi sarang tikus.
“Hantavirus bisa dicegah. Kuncinya ada di perilaku hidup bersih dan sehat serta pengendalian tikus. Kami sudah menginstruksikan seluruh Puskesmas untuk siaga dan melakukan penyuluhan di wilayah kerja masing-masing,” tulis Dinas Kesehatan Kota Bekasi dalam imbauannya.
Pemerintah pun meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik, namun lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan demi mencegah munculnya risiko penularan penyakit berbahaya tersebut. (DeHa Aja)