Rudi Rochman Tawarkan Terobosan Hukum Gratis, Pilkades Karangasih Kian Panas dengan Gagasan Pro-Rakyat

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 

BEKASI, METROPAGI.COM – Arah kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, mulai bergerak ke fase yang lebih dinamis dan penuh gagasan.

 

Tidak lagi sekadar soal popularitas, namun juga pertarungan ide yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat di tingkat akar rumput.

 

Salah satu yang mencuri perhatian adalah bakal calon kepala desa, Rudi Rochman, yang tampil dengan program Advokasi Hukum Gratis dalam wawancara di TVRI Jawa Barat pada program Jawa Barat Hari Ini yang disiarkan langsung, Minggu (3/5/2026).

 

Di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan hukum yang kerap membelit warga desa, terutama masyarakat kecil, program ini hadir sebagai tawaran baru yang dianggap cukup progresif untuk level pemerintahan desa.

 

Rudi menegaskan bahwa layanan tersebut tidak hanya berhenti pada konsultasi hukum tanpa biaya, tetapi juga mencakup pendampingan kasus secara langsung serta fasilitasi penyelesaian berbagai sengketa, mulai dari konflik tanah, warisan, hingga persoalan rumah tangga yang beririsan dengan hukum perdata.

 

Lebih jauh, program ini juga menyasar problem ekonomi yang kerap menekan warga, seperti ancaman lelang aset oleh pihak perbankan, tekanan debt collector, hingga kasus pinjaman online dan sengketa konsumen yang semakin marak terjadi.

 

“Selain itu, kami juga membuka kanal pengaduan khusus bagi masyarakat penerima bantuan sosial seperti KKS, PKH/BPNT, dan KIP yang datanya diduga disalahgunakan. Semua laporan akan kami tindaklanjuti,” ungkap Rudi dalam kesempatan tersebut.

 

Dengan mengusung tagline “Membela Hak, Tegakkan Keadilan”, gagasan ini mulai menjadi pembeda di tengah atmosfer Pilkades yang biasanya didominasi pendekatan seremonial dan janji umum.

 

Rudi juga menjelaskan bahwa pembiayaan program tersebut akan diupayakan melalui optimalisasi Pendapatan Asli Desa (PADes) Karangasih yang dinilai memiliki potensi signifikan.

 

“Kita upayakan anggaran program tersebut dialokasikan dari PAD Desa Karangasih. Sebab PAD dalam setahun bisa mencapai Rp1 miliar, sehingga memungkinkan digunakan untuk kepentingan warga kecil yang kerap menghadapi persoalan hukum tanpa pendampingan,” jelasnya.

 

Di luar gagasan program, Rudi Rochman disebut bukan figur baru di lingkungan masyarakat Karangasih.

 

Kedekatannya dengan warga telah terbangun melalui aktivitas sosial dan interaksi panjang yang bersifat organik.

 

Dukungan terhadap dirinya pun terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari Paguyuban Rajawali RT 03 RW 06 Kampung Cabang Kebon Kopi, kelompok ibu-ibu SD Karang Asih 04, hingga majelis pengajian yang dipimpin Ustadzah Hj. Eneng Masrifah.

 

Dinamika dukungan semakin menguat setelah muncul pernyataan terbuka dari mantan Ketua GP Ansor Kabupaten Bekasi, Ahmad Tetuko Taqiyuddin, serta eks anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PAN, H. Sunawan.

 

Fenomena ini memperlihatkan bahwa dukungan terhadap Rudi tidak terbentuk secara instan, melainkan lahir dari interaksi langsung, komunikasi intensif, dan keterlibatan aktif di tengah masyarakat.

 

Dalam beberapa waktu terakhir, kediaman Rudi bahkan menjadi ruang terbuka bagi warga yang datang menyampaikan aspirasi, keluhan, hingga harapan terhadap masa depan Desa Karangasih.

 

Bagi sebagian masyarakat, Pilkades 2026 bukan sekadar pergantian figur kepemimpinan, melainkan momentum perubahan arah pembangunan desa, terutama dalam peningkatan pelayanan publik dan pemerataan kesejahteraan.

 

“Kami ingin desa ini lebih maju, pelayanan lebih baik, dan pembangunan merata. Harapannya ada pada pemimpin yang mau mendengar,” ujar salah satu warga dalam forum pengajian.

 

Sementara itu, Sunawan menilai Rudi sebagai sosok yang responsif dan dekat dengan persoalan masyarakat.

 

“Pak Rudi ini cepat merespons dan memang dekat dengan warga. Wajar jika dukungan terus bermunculan,” katanya.

 

Hal senada disampaikan Ahmad Tetuko Taqiyuddin yang menilai dukungan tersebut sebagai refleksi harapan masyarakat terhadap perubahan nyata di tingkat desa.

 

Menanggapi meningkatnya dukungan, Rudi Rochman memilih merespons dengan sikap rendah hati dan menekankan bahwa kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga.

 

“Ini bukan sekadar dukungan, tetapi tanggung jawab. Saya ingin membangun desa bersama warga, mendengar kebutuhan mereka, dan menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan,” ujarnya.

 

Dengan suhu politik desa yang terus meningkat, Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Bekasi diperkirakan berlangsung semakin kompetitif.

 

Partisipasi masyarakat yang tinggi menjadi sinyal menguatnya kesadaran demokrasi di tingkat desa.

 

Di tengah arus tersebut, Rudi Rochman mulai dipandang sebagai salah satu figur yang membawa pendekatan berbeda: bukan hanya janji, tetapi gagasan yang langsung menyentuh persoalan nyata warga. (DeHa Aja)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita