BEKASI, METROPAGI.COM – Menjelang pelaksanaan pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, perhatian publik kian menguat terhadap pentingnya menjaga proses demokrasi desa tetap bersih, jujur, dan berintegritas.
Aktivis pemuda setempat, Nendra Wijaya, secara tegas menyuarakan harapannya agar seluruh tahapan pemilihan berlangsung transparan serta bebas dari campur tangan kepentingan tertentu yang dapat mencederai demokrasi.
Menurut Nendra, pemilihan BPD bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis yang akan menentukan arah tata kelola pemerintahan desa ke depan.
Ia menilai kualitas anggota BPD sangat berpengaruh terhadap optimalnya fungsi pengawasan serta penyaluran aspirasi masyarakat.
“BPD harus diisi oleh orang-orang yang benar-benar peduli terhadap masyarakat dan memiliki keberanian untuk menyuarakan kepentingan warga,” ujar Nendra, Jumat (24/4/2026).
Ia juga menyoroti potensi munculnya praktik “titipan” calon yang diduga berasal dari pihak-pihak berkepentingan, termasuk oknum tokoh maupun calon kepala desa.
Menurutnya, intervensi seperti itu berisiko merusak independensi lembaga BPD sejak awal terbentuk.
“Jika prosesnya sudah diwarnai titipan dan intervensi, maka fungsi BPD sebagai pengawas pemerintah desa akan kehilangan marwahnya. BPD harus berdiri independen, tidak boleh berada di bawah bayang-bayang kepentingan politik atau kelompok tertentu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nendra menekankan pentingnya memilih anggota BPD yang memiliki integritas, keberanian, serta kemampuan menyampaikan kritik secara konstruktif.
Ia menyebut, masyarakat Desa Cibatu membutuhkan figur yang tidak mudah ditekan dan mampu memperjuangkan kepentingan bersama.
Selain itu, ia juga mengajak warga untuk lebih bijak dalam menentukan pilihan.
Keputusan, kata dia, tidak seharusnya didasarkan pada kedekatan personal, tekanan kelompok, maupun pengaruh tokoh tertentu, melainkan pada rekam jejak serta kapasitas calon.
“Demokrasi desa jangan sampai dirusak oleh kepentingan segelintir orang. Warga harus berani menentukan pilihan secara bebas demi masa depan desa yang lebih baik,” katanya.
Sebagai representasi generasi muda, Nendra turut mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam mengawal jalannya demokrasi di tingkat desa.
Ia menilai peran pemuda sangat penting sebagai pengawas sosial guna memastikan proses pemilihan berjalan transparan, jujur, dan kondusif.
Di sisi lain, ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana tetap damai.
Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun tidak boleh berujung pada konflik yang dapat merusak keharmonisan warga.
Menutup pernyataannya, Nendra berharap pemilihan BPD Desa Cibatu kali ini mampu melahirkan wakil rakyat desa yang amanah, jujur, serta benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakat.
“Ini harus menjadi titik awal menuju pemerintahan desa yang lebih transparan, bersih, dan berpihak kepada rakyat, tanpa kepentingan tersembunyi dari pihak mana pun,” pungkasnya. (DeHa Aja)