3 April dan Jejak Persatuan: Saat Mosi Integral Natsir Diusulkan Jadi Hari NKRI

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Mohammad Natsir, tokoh nasional penggagas Mosi Integral, yang diusulkan sebagai Bapak NKRI atas perannya menyatukan kembali Indonesia.

 

METROPAGI.COM, JAKARTA – Ada tanggal yang sekadar tercatat dalam kalender, namun ada pula yang menyimpan denyut sejarah bangsa.

 

Tanggal 3 April adalah salah satunya—hari ketika gagasan menyatukan Indonesia kembali menemukan jalannya.

 

Di tengah dinamika politik pasca-kemerdekaan, Mohammad Natsir tampil dengan langkah berani melalui Mosi Integral yang diajukannya di parlemen Republik Indonesia Serikat.

 

Sebuah langkah strategis yang tak hanya menggugah ruang sidang, tetapi juga mengubah arah sejarah bangsa.

 

Melalui mosi tersebut, sistem federal yang saat itu berlaku berhasil dikembalikan menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Sebuah keputusan monumental yang hingga kini dianggap sebagai tonggak penting dalam menjaga keutuhan bangsa.

 

Dukungan untuk mengabadikan momen bersejarah ini kini semakin menguat. Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, mengusulkan agar 3 April ditetapkan sebagai Hari NKRI sekaligus mendorong pengakuan Mohammad Natsir sebagai Bapak NKRI.

 

Menurutnya, peristiwa Mosi Integral bukan sekadar langkah politik, tetapi simbol keberhasilan bangsa dalam menyatukan kembali perbedaan demi satu tujuan: Indonesia yang utuh.

 

Sejumlah tokoh dan organisasi turut memberikan dukungan, termasuk Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia.

 

Mereka menilai pengakuan tersebut penting sebagai bentuk penghargaan atas jasa besar Natsir dalam menjaga persatuan bangsa.

 

Gelombang dukungan pun terus mengalir, tidak hanya dari kalangan elite, tetapi juga masyarakat luas. Kini, publik diajak untuk ikut berpartisipasi melalui petisi sebagai bentuk aspirasi bersama.

 

Jika usulan ini terwujud, maka 3 April tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga momentum refleksi nasional—pengingat bahwa persatuan Indonesia pernah diperjuangkan melalui gagasan, keberanian, dan komitmen yang tak tergoyahkan.(*)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita