Tekad Juara Kembali Dinyalakan, Voli Pelajar Kabupaten Bekasi Mulai Perburuan Pejuang Popwilda

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

METROPAGI — Tekad untuk tetap berdiri di puncak kembali dinyalakan. Kabupaten Bekasi resmi menggelar seleksi pemain bola voli pelajar sebagai langkah awal perjuangan menuju Popwilda dan Popda Jawa Barat, dengan satu misi besar yang tak bisa ditawar: mempertahankan mahkota juara.

 

Hampir 200 atlet pelajar putra dan putri terbaik dari berbagai klub dan sekolah berkumpul sejak Minggu (18/1). Selama empat hari ke depan, mereka akan bertarung dalam seleksi ketat—membawa mimpi, harapan, dan semangat juang untuk satu tujuan: mengenakan seragam kebanggaan Kabupaten Bekasi.

 

Gedung Olahraga Tambun menjadi saksi ketegangan dan determinasi. Setiap pukulan, blok, dan servis bukan sekadar teknik, melainkan pernyataan tekad bahwa prestasi harus dijaga dengan keringat dan keberanian. Di arena ini, hanya mereka yang siap berjuang hingga poin terakhir yang akan bertahan.

 

 

Seleksi dipimpin jajaran pelatih voli Kabupaten Bekasi: Hasan Basri Sri Raharjo, Roy Makpal, Bram Krismanto, Deni Fauzi, Vincensius Okta, M. Fatah Khadafi, Wahyudi, dan Wildan. Dari ratusan atlet, hanya 12 putra dan 12 putri terbaik yang akan dipilih untuk dipersiapkan menghadapi Popwilda pertengahan 2026.

 

“Kesempatan mengikuti seleksi Popwilda mungkin hanya datang setahun sekali. Manfaatkan momen ini sebaik mungkin,” tegas Ketua Umum PBVSI Kabupaten Bekasi, Benny Hidayat.

 

Benny mengingatkan, tahun 2025 menjadi sejarah manis bagi voli Kabupaten Bekasi dengan keberhasilan mengawinkan medali emas putra dan putri. Namun mempertahankan gelar, katanya, jauh lebih berat daripada merebutnya.

 

Di sisi lain, tim pelatih tidak hanya menilai teknik dan fisik. Mental petarung menjadi ukuran utama—kemampuan bangkit saat tertekan, bertahan di situasi sulit, dan berjuang hingga detik terakhir. Hanya atlet yang siap berkorban dan bekerja keras yang akan dipilih untuk melanjutkan tradisi kemenangan.

 

“Kami bukan sekadar membentuk tim, kami membangun pejuang,” tegas Hasan Basri, ketua pelatih seleksi.

 

Ia menambahkan, status juara bertahan sama sekali bukan beban. Justru itu adalah pemantik semangat untuk tampil lebih disiplin, lebih fokus, dan lebih lapar akan kemenangan.

 

Sebagai salah satu kekuatan utama voli pelajar di Jawa Barat, Kabupaten Bekasi sadar setiap lawan akan datang dengan ambisi besar untuk menjatuhkan sang juara bertahan. Namun di situlah nyali diuji—karena kemenangan sejati bukan hanya soal skill, melainkan karakter dan keberanian menjaga kehormatan prestasi.
(Agus SSS)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita