Reporter : Deny Suhendar
SUBANG, (METROPAGI.COM). – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang, Rona Mairansyah, AP., M.Si., mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak berhenti pada koordinasi dan pemaparan data, tetapi mampu menghasilkan langkah nyata untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Rona saat menerima kunjungan Tim Pemantauan, Pengawalan, dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Bupati II, Kabupaten Subang, Selasa (20/10/2026).
Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah untuk menyinkronkan data, mengidentifikasi sektor prioritas, serta mengurai berbagai hambatan yang selama ini mengganjal pertumbuhan ekonomi. Hasil pemantauan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program dan kebijakan yang konkret, terukur, serta sesuai dengan kebutuhan daerah.
Ketua Tim Pemantauan, Pengawalan, dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Dr. Achmad Dheni Suwardhani, S.E., M.Si., dari BBPKA-PDN II, BPSDM Kemendagri, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut diarahkan untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan sekaligus memastikan hasil pemantauan tidak berhenti sebatas laporan.
“Pelaksanaan kunjungan diarahkan untuk mempercepat penyelesaian permasalahan dan memastikan hasil pemantauan dapat ditindaklanjuti secara terukur,” ungkapnya.
Dalam paparannya, Rona yang akrab disapa Kang Rona menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam memastikan kesesuaian data, menentukan sektor unggulan, serta merumuskan solusi atas persoalan yang menghambat laju perekonomian Kabupaten Subang.
Menurutnya, langkah tersebut harus selaras dengan visi Kabupaten Subang, yakni Terwujudnya Kabupaten Subang yang Unggul, Maju dan Kompetitif dalam Bingkai Karya Nyata Pembangunan Berkelanjutan, Menuju Masyarakat yang Adil Sejahtera, Demokratis dan Religius.
Rona menyebut Kabupaten Subang memiliki potensi ekonomi yang beragam, mulai dari sektor pertanian, perikanan, industri, perdagangan, hingga logistik. Potensi tersebut turut ditopang pengembangan kawasan Rebana dan keberadaan Pelabuhan Patimban yang menjadi salah satu simpul strategis konektivitas dan aktivitas ekonomi.
Namun, menurutnya, potensi tersebut perlu diikuti langkah konkret agar memberikan dampak langsung terhadap peningkatan investasi, perluasan lapangan kerja, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat.
“Potensi ini harus kita optimalkan agar mampu meningkatkan investasi, memperluas kesempatan kerja, mendorong produktivitas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.
Data Akurat Harus Berujung pada Solusi
Rona juga meminta seluruh perangkat daerah terkait berperan aktif dalam proses koordinasi, menyiapkan data yang akurat dan terintegrasi, serta memaparkan berbagai persoalan secara terbuka, termasuk alternatif penyelesaiannya.
Ia menegaskan, data yang disampaikan jangan hanya menjadi kelengkapan administrasi, melainkan harus menjadi dasar untuk menentukan kebijakan dan mempercepat penyelesaian persoalan yang selama ini belum menemukan jalan keluar.
“Bantu berikan data yang akurat, solusikan apa yang selama ini tidak pernah terpecahkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rona berharap kunjungan tim Kemendagri menghasilkan rekomendasi yang jelas, terukur, dan dapat segera ditindaklanjuti oleh masing-masing perangkat daerah. Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah percepatan penetapan tim percepatan pertumbuhan ekonomi daerah bagi daerah yang belum menetapkannya.
Baginya, keberhasilan koordinasi tidak cukup diukur dari terselenggaranya rapat atau tersusunnya laporan, tetapi dari sejauh mana rekomendasi tersebut diterjemahkan menjadi program, kebijakan, dan tindakan nyata di lapangan.
“Mari kita jadikan sinergi ini sebagai bagian dari karya nyata pembangunan untuk mewujudkan Kabupaten Subang yang unggul, maju, dan kompetitif, sekaligus menghadirkan manfaat pembangunan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Rona kembali menekankan pentingnya tindak lanjut yang jelas agar hasil koordinasi dapat menjadi pedoman bagi OPD dalam mempercepat program pembangunan dan mengatasi hambatan pertumbuhan ekonomi.
“Ini saatnya kita harus memunculkan aksi follow up untuk dijadikan pedoman para OPD melaksanakan percepatan dan mengatasi hambatan,” pungkasnya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Subang, Kepala Bapperida Kabupaten Subang, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Subang, Direktur Utama PDAM Kabupaten Subang, serta sejumlah kepala OPD terkait.