SUBANG, METROPAGI.COM – Arus investasi yang terus mengalir ke Kabupaten Subang membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun, di balik pesatnya pembangunan kawasan industri sebagai bagian dari Kawasan Rebana, terdapat tantangan penting yang harus segera dijawab, yakni menyiapkan sumber daya manusia (SDM) keinsinyuran yang kompeten agar masyarakat lokal mampu menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar penonton.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Kabupaten Subang yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, di Ruang Kerja Wakil Bupati, Selasa (7/7/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua II PW PII Jawa Barat, Sekretaris PW PII Jawa Barat, serta jajaran Pengurus PC PII Kabupaten Subang. Agenda utama membahas strategi penguatan SDM keinsinyuran sebagai fondasi dalam mendukung percepatan pembangunan kawasan industri di Kabupaten Subang.
Dalam pertemuan itu, PII menegaskan bahwa transformasi industri membutuhkan tenaga keinsinyuran yang profesional, tersertifikasi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan yang berkelanjutan.
Sebagai bentuk dukungan nyata, PII menawarkan sejumlah program strategis kepada Pemerintah Kabupaten Subang, mulai dari pemetaan kebutuhan SDM keinsinyuran untuk mendukung pengembangan Kawasan Rebana, penyusunan roadmap pengembangan SDM keinsinyuran Kabupaten Subang, hingga pelaksanaan program pelatihan dan sertifikasi profesi bagi para insinyur lokal.
Ketua PC Persatuan Insinyur Indonesia Kabupaten Subang, Susilawati, S.Pd., M.Pd., mengatakan audiensi tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara organisasi profesi dengan pemerintah daerah dalam menyiapkan SDM unggul yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Menurutnya, PII merupakan organisasi profesi yang memiliki sejarah panjang dalam pembangunan Indonesia. Organisasi tersebut didirikan di Bandung pada 23 Mei 1952 oleh Ir. H. Djuanda Kartawidjaja dan Prof. Ir. R. Roosseno Soerjohadikoesoemo atas prakarsa Presiden Soekarno.
“PII tidak hanya menjadi wadah profesi, tetapi juga berkomitmen membangun kolaborasi pentaheliks yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat, dan media untuk menyiapkan SDM keinsinyuran yang unggul dan berdaya saing global,” ujar Susilawati.
Ia menegaskan, PII Kabupaten Subang siap berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam menyiapkan tenaga keinsinyuran yang mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang di Kabupaten Subang.
“Kami berharap dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah untuk mengembangkan SDM yang mampu menyuplai kebutuhan industri di Kabupaten Subang,” katanya.
Ke depan, lanjut Susilawati, PII akan memprioritaskan penyusunan roadmap SDM keinsinyuran Kabupaten Subang sekaligus memperluas pelatihan dan sertifikasi profesi agar tenaga keinsinyuran lokal memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Sementara itu, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi yang akrab disapa Kang Akur menyambut baik inisiatif PII dalam mendukung pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas SDM.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi menjadi langkah strategis agar pertumbuhan kawasan industri benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Subang.
“Kami menyambut baik, apalagi disinergikan dengan Kabupaten Subang yang menjadi kawasan industri,” ujarnya.
Kang Akur berharap PII dapat menjadi jembatan antara kebutuhan dunia industri dengan kompetensi masyarakat lokal, sehingga semakin banyak peluang kerja di kawasan industri yang dapat diisi oleh tenaga profesional asal Kabupaten Subang.
“Orang Subang harus menjadi masyarakat yang berdaya dan bisa bekerja di rumah sendiri. Dengan kehadiran PII, kami berharap bisa menjembatani masyarakat Subang agar dapat bekerja sesuai dengan profesionalitas dan kompetensi yang dimiliki,” pungkasnya.
Kolaborasi antara PII dan Pemerintah Kabupaten Subang diharapkan menjadi langkah awal membangun ekosistem keinsinyuran yang kuat sekaligus memastikan percepatan pembangunan Kawasan Rebana berjalan seiring dengan peningkatan kualitas SDM lokal yang siap bersaing di era industri modern. (DS)