Home › Daerah

Ormas dan LSM Kabupaten Serang Satukan Kekuatan! Pormasi Cikoja Bubar, Formasi Serang Bersatu Lahir, Nana Kuncir Jadi Panglima

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 

SERANG, METROPAGI.COM – Peta kekuatan organisasi masyarakat (Ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Serang memasuki babak baru.

Puluhan organisasi yang sebelumnya berjalan dengan identitas masing-masing kini memilih melebur dalam satu barisan besar bernama Formasi Serang Bersatu.

Bukan sekadar ganti nama, keputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa semangat persatuan mulai dibangun untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam satu wadah perjuangan bersama.

Transformasi besar tersebut resmi diputuskan melalui Musyawarah Luar Biasa (Muslub) Pormasi Cikoja Kabupaten Serang yang berlangsung di Rumah Makan Sayur Asem, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Minggu (4/10/2026).

Lebih mengejutkan lagi, forum tersebut secara aklamasi mempercayakan tongkat komando kepemimpinan kepada Nana Supiana alias Nana Kuncir, Ketua BPPKB DPC Kabupaten Serang, sebagai Ketua Koordinator Formasi Serang Bersatu.

Keputusan ini bukan perkara sederhana. Di tengah beragam karakter, kepentingan, dan latar belakang organisasi, menyatukan puluhan Ormas dan LSM membutuhkan komitmen, komunikasi, serta kepemimpinan yang mampu merawat kebersamaan.

Kini, tantangan sesungguhnya bukan lagi bagaimana membentuk organisasi, melainkan bagaimana membuktikan bahwa persatuan tersebut benar-benar hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Puluhan Organisasi Tinggalkan Sekat, Pilih Satu Barisan

Muslub yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB itu dihadiri sekitar 50 peserta, terdiri dari para ketua dan perwakilan Ormas serta LSM yang sebelumnya tergabung dalam Pormasi Cikoja.

Sejumlah organisasi yang hadir di antaranya Badak Banten, Lapbas, Jawara Banten Bersatu, Bela Rakyat, PSIB, DPLKN, BPPKB, GAPSI, SIMBA, BA’I, Yaperma, FKPPI, BAPERA, Info Fajar, Revolusi News, hingga Garda Banten Siliwangi (GABSI).

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan besarnya energi sosial yang berpotensi disatukan melalui Formasi Serang Bersatu.

Musyawarah juga dihadiri unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan, di antaranya Asda II Kabupaten Serang H. Febriyanto, M.Si., Kabid Kesbangpol H. Dikdik, Kepala Dinas Kesbangpol Hariadi, Kabag Kesra Rohiyan, Kasat Intelkam Polres Serang AKP Saeful Sani, serta Kapolsek Kragilan AKP Ilman Robiana, S.H.

Turut hadir Ketua Muslub PCS 2026 M. Jaelani, Penasehat PCS 2026 H. Sujimin, serta Pembina I Muhayat, S.H., dari SIMBA.

Dalam forum tersebut, Muhayat memaparkan perjalanan Pormasi Cikoja hingga akhirnya memasuki fase transformasi menjadi Formasi Serang Bersatu.

Sementara itu, Pembina II dari Ormas Bela Rakyat memimpin doa bersama sebagai bentuk harapan agar organisasi baru tersebut mampu menjaga amanah, memperkuat persaudaraan, dan menjadi kekuatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

Muslub Jadi Momentum Pembongkar Sekat Perbedaan

Suasana musyawarah berlangsung dalam semangat dialog dan kebersamaan. Agenda penting dibahas secara terbuka, mulai dari perubahan identitas kelembagaan, arah perjuangan, hingga penataan kepengurusan.

Melalui musyawarah mufakat, seluruh peserta akhirnya menyetujui perubahan nama Pormasi Cikoja Kabupaten Serang menjadi Formasi Serang Bersatu.

Nama baru tersebut membawa pesan yang tegas: organisasi tidak boleh terjebak dalam sekat-sekat yang justru melemahkan kekuatan bersama.

Formasi Serang Bersatu diharapkan menjadi rumah besar yang mampu menyatukan aspirasi, memperkuat koordinasi, serta membuka ruang kolaborasi antarlembaga.

Meski demikian, pembahasan logo organisasi belum dituntaskan. Peserta Muslub sepakat menyerahkan penentuan identitas visual tersebut kepada kepengurusan baru melalui rapat bersama.

Nana Kuncir Terpilih Aklamasi, Amanah Besar Menanti

Puncak Muslub menjadi momen penting ketika peserta menentukan sosok yang akan memimpin Formasi Serang Bersatu.

Nama Nana Supiana alias Nana Kuncir akhirnya mendapat kepercayaan penuh. Ketua BPPKB DPC Kabupaten Serang itu ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Koordinator Formasi Serang Bersatu.

Penetapan tanpa pemungutan suara tersebut menjadi gambaran kesepakatan peserta dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi baru.

Namun, di balik kepercayaan tersebut tersimpan pekerjaan besar. Nana harus mampu menjaga soliditas puluhan organisasi dengan karakter dan kepentingan yang tidak selalu sama.

Usai terpilih, Nana langsung menyerukan pentingnya menghapus sekat perbedaan dan memperkuat barisan.

“Hari ini Pormasi Cikoja telah selesai, kini lahir Formasi Serang Bersatu. Saya mengajak seluruh keluarga besar Ormas dan LSM untuk terus menjaga kekompakan, persatuan, dan meningkatkan soliditas dalam setiap kegiatan. Kita satu, kita bersatu untuk Serang yang lebih baik,” ujar Nana Supiana.

Menurut Nana, kekuatan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah anggota maupun banyaknya lembaga yang bergabung.

Lebih dari itu, kekuatan sejati terletak pada kemampuan menjaga kekompakan, membangun komunikasi, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia berharap Formasi Serang Bersatu menjadi rumah bersama sekaligus mitra strategis dalam mendukung pembangunan Kabupaten Serang.

Aparat Kawal Muslub, Kegiatan Berakhir Kondusif

Setelah seluruh agenda musyawarah dan pemilihan ketua selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara.

Dokumen tersebut menjadi bukti kesepakatan perubahan nama organisasi sekaligus penetapan Nana Supiana sebagai Ketua Koordinator Formasi Serang Bersatu.

Kapolsek Kragilan AKP Ilman Robiana, S.H., memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif hingga berakhir sekitar pukul 14.00 WIB. Situasi tetap terkendali,” ungkapnya.

Kondusivitas tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Muslub yang melibatkan berbagai elemen organisasi masyarakat di Kabupaten Serang.

Jangan Berhenti di Atas Kertas, Persatuan Harus Dibuktikan!

Lahirnya Formasi Serang Bersatu kini menjadi babak baru perjalanan Ormas dan LSM di Kabupaten Serang.

Namun, masyarakat tentu tidak cukup hanya disuguhi perubahan nama, pergantian kepemimpinan, atau deklarasi persatuan dalam sebuah forum.

Publik menanti bukti nyata. Apakah organisasi ini mampu menjadi kekuatan sosial yang responsif terhadap persoalan masyarakat? Mampukah puluhan organisasi menjaga solidaritas ketika menghadapi perbedaan pandangan? Dan sejauh mana Formasi Serang Bersatu dapat menghadirkan manfaat bagi daerah?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah bagi kepemimpinan Nana Supiana.

Di tengah dinamika pembangunan dan berbagai persoalan sosial, Ormas dan LSM semestinya hadir sebagai jembatan aspirasi masyarakat, bukan sekadar organisasi yang ramai dalam kegiatan seremonial.

Kekuatan besar yang telah dihimpun harus diarahkan untuk kegiatan sosial, pengawasan konstruktif, pemberdayaan masyarakat, serta menjaga stabilitas dan persatuan daerah.

Kini, Formasi Serang Bersatu telah lahir. Puluhan organisasi telah menyatakan satu barisan. Nana Kuncir telah menerima amanah kepemimpinan.

Tetapi sejarah tidak akan mencatat sebuah organisasi hanya karena namanya berubah atau ketuanya terpilih secara aklamasi. Sejarah akan mencatatnya ketika persatuan itu mampu bekerja, keberanian itu mampu membela kepentingan rakyat, dan kebersamaan itu benar-benar menghadirkan perubahan.

Sebab, bersatu bukan sekadar meneriakkan satu komando. Bersatu adalah keberanian menyingkirkan ego, merawat perbedaan, dan bergerak bersama demi kepentingan masyarakat serta masa depan Kabupaten Serang. (Ridwan Habibi)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita