METROPAGI.COM – Persoalan banjir yang berulang setiap musim hujan di sekitar SMA Negeri 9 Tambun Selatan akhirnya mendapat perhatian serius DPRD Kabupaten Bekasi.
Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi turun langsung ke sekolah untuk melihat kondisi lapangan sekaligus mencari solusi agar air tidak lagi mengalir ke kawasan perumahan warga.
Kunjungan lapangan tersebut berlangsung Rabu (7/10/2026), menyusul surat permohonan dari SMA Negeri 9 Tambun Selatan Nomor 1003/TU.04/SMAN 9 Tamsel tertanggal 1 Oktober 2026.
Rombongan Komisi IV meninjau langsung proses belajar mengajar sekaligus kondisi sarana dan prasarana sekolah, terutama persoalan turap, drainase, serta pagar pembatas antara lingkungan sekolah dan kawasan perumahan.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKB, H. Boby Agus Ramdan, mengatakan persoalan banjir yang muncul setiap musim hujan bukan sekadar masalah sekolah, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan keselamatan warga sekitar.
Menurutnya, persoalan tersebut salah satunya berkaitan dengan kondisi kawasan perumahan dan sistem aliran air di sekitar sekolah.
“Kalau musim hujan banjir. Ini menjadi persoalan antara pihak sekolah dan perumahan. Karena itu harus segera dicarikan solusi agar tidak terus terjadi konflik antara warga perumahan dengan pihak sekolah,” kata Boby.
Ia menegaskan, sekolah merupakan fasilitas pendidikan yang keberadaannya juga diperuntukkan bagi masyarakat sekitar. Karena itu, persoalan lingkungan sekolah tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
“Bagaimanapun sekolah itu untuk warga sekitar juga dan masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Komisi IV mendorong pembangunan pagar pembatas sekolah sekaligus perbaikan sistem drainase dan turap.
Boby mengatakan, pihaknya akan mendorong agar pembangunan pagar dapat memperoleh dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sementara persoalan drainase diharapkan dapat ditangani melalui anggaran Pemerintah Kabupaten Bekasi.
“Kami juga meminta agar ada kontribusi dari Desa Mekarsari melalui anggarannya, khususnya untuk pembatas antara perumahan dan sekolah,” ujarnya.
Ketua Komisi IV: Jangan Tunggu Banjir Makin Parah
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Martina Ningsih, menyatakan pihaknya menyetujui usulan pembangunan turap, drainase dan pagar yang disampaikan SMAN 9 Tambun Selatan.
Menurut Martina, persoalan tersebut harus segera ditangani mengingat musim hujan sudah mulai tiba. Jangan sampai persoalan aliran air dari lingkungan sekolah kembali berdampak kepada warga perumahan.
“Kita harapkan secepatnya dapat direalisasikan agar warga perumahan tidak terkena dampak banjir akibat air hujan yang mengalir dari sekolah ke perumahan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pembiayaan pembangunan infrastruktur tersebut dapat ditempuh melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Sekolah Berharap Tak Ada Lagi Komplain Warga
Kepala SMAN 9 Tambun Selatan, Titi Suryati, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi.
Ia berharap usulan pembangunan turap, drainase dan pagar sekolah dapat segera mendapatkan respons positif dari pemerintah.
“Secara pribadi kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi ke SMA Negeri 9 Tambun Selatan terkait permohonan yang kami sampaikan,” kata Titi.
Menurutnya, persoalan banjir tersebut bersifat musiman dan berulang setiap kali hujan turun. Air dari lingkungan sekolah mengalir menuju kawasan perumahan sehingga warga terdampak.
“Kami dari pihak sekolah mengharapkan agar kasus musiman ini segera terselesaikan dengan adanya pembuatan turap, drainase dan pagar sekolah. Sehingga tidak ada lagi komplain dari warga perumahan yang terkena imbas air dari sekolah,” tuturnya.
Titi mengatakan, permohonan tersebut merupakan pengajuan pertama yang disampaikan pihak sekolah kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi melalui Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi.
“Harapannya, permohonan ini mendapat respons positif, baik dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, DPRD Kabupaten Bekasi maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Dorong Sinergi Lintas Pemerintahan
Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, sekolah dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan lingkungan pendidikan.
Selain Martina Ningsih dan H. Boby Agus Ramdan, hadir pula Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Surohman, anggota Komisi IV dr. Ferry Parluhutan Sirait, Pj Kepala Desa Mekarsari Ismail Darmawan, perwakilan KCD III Farhan dan Sutisna, anggota BPD Mekarsari Acep Djelani, Babinsa Desa Mekarsari, Bhabinkamtibmas Desa Mekarsari serta sejumlah pihak terkait.
Persoalan di SMAN 9 Tambun Selatan kini bukan sekadar tentang pagar sekolah atau saluran air. Di balik usulan pembangunan tersebut terdapat kepentingan yang lebih besar: memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan nyaman sekaligus mencegah warga sekitar kembali menjadi korban banjir setiap musim hujan.
Kini, bola berada di tangan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi untuk mengubah hasil kunjungan lapangan tersebut menjadi langkah nyata di lapangan. (*)