Home Daerah

UMKM Subang Naik Kelas, Kang Akur Dorong Pelaku Usaha Kuasai AI, Digital Marketing hingga Kemasan Berdaya Saing

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 

SUBANG, METROPAGI.COM – Era digital telah mengubah cara pelaku usaha memenangkan persaingan pasar.

 

Menyadari perubahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Subang terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bertransformasi melalui pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga penguatan identitas produk lewat kemasan yang lebih profesional.

 

Komitmen itu diwujudkan melalui Workshop Scaling Up UMKM Subang: Aktivasi Pemasaran Digital, Foto Produk, Live Selling, dan Dukungan Kemasan yang secara resmi dibuka Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi atau yang akrab disapa Kang Akur, di Aula Oman Syahroni, Kantor Bupati Subang, Selasa (7/7/2026).

 

Mengusung tema “UMKM atau Usaha Maju Kian Makmur Untuk Indonesia”, kegiatan tersebut menjadi hasil kolaborasi antara Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), INOTEK Foundation, dan Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP).

 

Puluhan pelaku UMKM dari berbagai sektor turut mengikuti pelatihan yang dirancang untuk memperkuat daya saing usaha mereka di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.

 

Direktur Eksekutif INOTEK Foundation, Ivi Anggraeni, menegaskan bahwa workshop ini tidak hanya berfokus pada pemberian materi, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam menciptakan UMKM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

 

“Bukan sekadar memberi pelatihan, tetapi mendorong UMKM Subang untuk naik kelas melalui pengembangan produk, pemanfaatan AI untuk pengembangan usaha, dan mendorong lahirnya inovasi,” ujarnya.

 

Senada dengan itu, Perwakilan PT HM Sampoerna, Reza Putra, mengatakan pihaknya terus berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui program Sampoerna untuk Indonesia.

 

Menurutnya, penguatan kompetensi pelaku usaha merupakan investasi penting agar UMKM mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan yang semakin kompetitif.

 

Dalam sambutannya, Kang Akur memberikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga pendamping yang dinilai menjadi model kolaborasi efektif dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

 

“Terima kasih kepada Sampoerna dan INOTEK yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Subang. Ini merupakan dukungan nyata agar UMKM Subang bisa naik kelas,” katanya.

 

Ia menilai, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, kemitraan dengan sektor swasta menjadi strategi penting untuk memperkuat ekonomi kerakyatan tanpa bergantung sepenuhnya pada pembiayaan pemerintah.

 

“Untuk meningkatkan pendapatan tentu perlu sentuhan. Kemampuan pemerintah daerah terbatas di tengah efisiensi anggaran, sehingga kolaborasi dengan pihak swasta menjadi sangat penting,” jelasnya.

 

Kang Akur mengungkapkan, saat ini Kabupaten Subang memiliki sekitar 83 ribu pelaku UMKM, sebuah potensi ekonomi yang dinilai harus terus didorong agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan memiliki daya saing tinggi, baik di pasar lokal maupun nasional.

 

Menurutnya, pelaku usaha tidak boleh merasa puas dengan pola bisnis yang selama ini dijalankan.

 

“Kalau kita hanya berjalan seperti sekarang, hasilnya juga akan begitu-begitu saja. Kita harus naik level, menghadirkan diferensiasi produk, serta menciptakan inovasi agar mampu bersaing,” tegasnya.

 

Ia juga mengajak seluruh pelaku UMKM untuk memanfaatkan perkembangan teknologi, khususnya pemasaran digital melalui telepon pintar yang kini membuka peluang pasar tanpa batas.

 

Kang Akur mengaku telah beberapa kali membantu mempromosikan produk UMKM melalui media digital dan merasakan langsung dampak positifnya terhadap peningkatan penjualan para pelaku usaha.

 

Selain penguatan sumber daya manusia, Pemerintah Kabupaten Subang juga terus menyiapkan dukungan infrastruktur pemasaran. Salah satunya melalui pembangunan sejumlah rest area yang didukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

 

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan menjadi etalase produk-produk unggulan UMKM Subang sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

 

Sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku usaha yang telah menunjukkan kesiapan untuk meningkatkan kualitas produknya, workshop ditutup dengan penyerahan hasil desain kemasan kepada 12 UMKM terpilih.

 

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kang Akur didampingi Kepala DKUPP Kabupaten Subang, Direktur Eksekutif INOTEK Foundation, serta perwakilan PT HM Sampoerna.

 

Program ini diharapkan menjadi momentum lahirnya UMKM Subang yang lebih inovatif, adaptif terhadap teknologi, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global, sehingga benar-benar menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. (DS)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita