Home Daerah

Dari Balik Jeruji, Ikrar Itu Bergema: Dua Napiter Lapas Subang Kembali Memilih Merah Putih

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 

SUBANG, METROPAGI.COM – Suasana Aula Lapas Kelas IIA Subang pada Selasa (12/5/2026) terasa berbeda.

 

Tidak ada sorak-sorai, namun kalimat demi kalimat yang terucap dari dua narapidana tindak pidana terorisme (napiter) justru menghadirkan makna mendalam tentang perubahan, penyesalan, dan harapan baru.

 

Di hadapan aparat penegak hukum, tokoh pemerintah, dan sejumlah undangan, dua napiter itu secara resmi mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Dengan suara mantap, keduanya menyatakan kembali kesetiaan terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan hidup berbangsa dan bernegara.

 

Prosesi ikrar berlangsung khidmat dan dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIA Subang, Gatot Harisaputro.

 

Momen tersebut menjadi bagian penting dari proses pembinaan dan deradikalisasi yang selama ini dijalankan di lingkungan pemasyarakatan.

 

Kegiatan itu turut dihadiri unsur Aparat Penegak Hukum (APH), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Densus 88 Anti Teror, Kementerian Agama Kabupaten Subang, Badan Intelijen Negara, Balai Pemasyarakatan Subang, hingga awak media.

 

Menurut Gatot Harisaputro, ikrar setia NKRI bukan sekadar seremoni formal, melainkan indikator keberhasilan proses pembinaan yang dilakukan secara bertahap, humanis, dan berkelanjutan.

 

“Ikrar Setia NKRI merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan, khususnya napiter. Ini membuktikan bahwa pendekatan pembinaan yang humanis, terukur, dan berkelanjutan mampu menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air serta komitmen terhadap ideologi bangsa,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, program deradikalisasi tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan dan sosial para warga binaan.

 

Pendampingan intensif, pembinaan keagamaan, hingga penguatan wawasan kebangsaan menjadi bagian dari proses untuk membantu napiter kembali menjalani kehidupan normal di tengah masyarakat.

 

Gatot berharap, kedua napiter yang telah mengucapkan ikrar setia tersebut dapat membuka lembaran baru sebagai pribadi yang lebih baik, produktif, sadar hukum, dan mampu kembali diterima oleh lingkungan sosialnya.

 

“Keberhasilan deradikalisasi tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah, tokoh agama, hingga masyarakat agar proses reintegrasi sosial berjalan optimal,” katanya.

 

Melalui momentum tersebut, Lapas Kelas IIA Subang kembali menegaskan komitmennya mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme, melalui pendekatan pembinaan yang mengedepankan perubahan pola pikir, pemulihan nilai kebangsaan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. (DS)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita