Program “Subang Berhaji” hadirkan solusi finansial dan literasi, bantu masyarakat wujudkan ibadah haji lebih terencana dan pasti.
SUBANG, METROPAGI.COM – Harapan masyarakat untuk menunaikan ibadah haji kini semakin menemukan jalannya. Melalui program “Subang Berhaji”.
Langkah Emas Menuju Baitullah”, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang bersama mitra strategis menghadirkan solusi konkret dalam membantu perencanaan ibadah haji yang lebih terarah, pasti, dan terjangkau.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Oman Syahroni, Rabu (6/5/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Bank Syariah Indonesia (BSI), Danantara Indonesia, dan Pemda Subang.
Kolaborasi ini tak hanya fokus pada layanan finansial, tetapi juga meningkatkan literasi masyarakat terkait perencanaan haji dan umrah sejak dini.
Deputi Islamic Ecosystem BSI, Syarief Hidayat, menegaskan bahwa kehadiran program ini merupakan bagian dari komitmen BSI dalam mendampingi perjalanan spiritual masyarakat secara menyeluruh.
“BSI tidak hanya menyediakan layanan perbankan, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung calon jemaah mulai dari perencanaan hingga keberangkatan,” ujarnya.
Tingginya minat masyarakat Subang untuk berhaji menjadi latar belakang penting program ini.
Data mencatat sebanyak 19.163 calon jemaah telah mendaftar, dengan sekitar 60 persen di antaranya melalui BSI.
Angka tersebut menunjukkan kebutuhan mendesak akan sistem yang lebih efektif dan terintegrasi.
Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi atau Kang Akur, menyambut baik inisiatif tersebut.
Ia menilai “Subang Berhaji” sebagai langkah strategis dalam memberikan edukasi sekaligus motivasi kepada masyarakat agar mampu merencanakan ibadah haji sejak dini.
Namun demikian, ia mengakui masih adanya tantangan besar terkait keterbatasan kuota haji. Pada 2026, kuota haji Subang sempat turun drastis dari 1.127 menjadi 224 orang.
Meski berhasil diupayakan penambahan hingga 543 orang, sekitar 600 calon jemaah masih harus menunggu giliran keberangkatan.
“Kondisi ini menjadi perhatian bersama. Diperlukan strategi yang mampu mempercepat kepastian keberangkatan masyarakat,” ungkapnya.
Kang Akur juga mendorong BSI untuk terus menghadirkan inovasi, termasuk skema pembiayaan dan perencanaan yang memungkinkan calon jemaah memperoleh porsi haji lebih cepat.
Ia menambahkan, program ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual masyarakat.
“Pembangunan harus berjalan seimbang. Selain fisik, kita juga membangun spiritualitas. Ibadah haji menjadi salah satu puncak yang perlu kita dukung bersama,” tegasnya.
Selain program haji, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai solusi finansial seperti tabungan haji, tabungan emas, serta beragam insentif yang dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mempersiapkan biaya ibadah.
Acara ini turut dihadiri jajaran BSI pusat dan wilayah, perwakilan Kementerian Agama, serta tokoh organisasi Islam di Kabupaten Subang.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menegaskan kuatnya sinergi dalam mendorong Subang menjadi daerah religius yang juga berdaya saing.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, program “Subang Berhaji” diharapkan mampu menjadi gerakan nyata dalam mewujudkan niat suci masyarakat—dari sekadar rencana menjadi keberangkatan pasti menuju Baitullah. (DS)