Supervisi Berbasis Kinerja, Pengawas Dorong Kepala Sekolah Jadi Motor Inovasi Pembelajaran di Banjarsari

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 

LEBAK, METROPAGI.COM – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kecamatan Banjarsari terus diperkuat melalui pendekatan yang lebih terukur dan strategis.

 

Salah satunya terlihat dari kegiatan observasi pengelolaan kinerja guru yang dilakukan Pengawas Sekolah, Ade Saepudin, S.Pd., di SDN 2 Kertaraharja, Rabu (29/4/2026).

 

Observasi ini menyasar langsung peran Kepala Sekolah, Erna Susilawati, S.Pd.SD., dalam mengelola dan mengembangkan kompetensi guru.

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengawasan rutin yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran di kelas.

 

Ade Saepudin menegaskan, kepala sekolah memegang peranan penting dalam menentukan arah kualitas pendidikan di satuan pendidikan.

 

Tidak sekadar menjalankan fungsi administrasi, kepala sekolah dituntut mampu menjadi pemimpin pembelajaran (instructional leader) yang mendorong inovasi dan profesionalisme guru.

 

“Peran kepala sekolah sangat krusial. Bukan hanya sebagai administrator, tetapi juga sebagai nahkoda yang mengarahkan guru untuk terus berkembang dan menghadirkan pembelajaran yang inovatif,” ujarnya.

 

Empat Pilar Pengamatan

 

Dalam observasi tersebut, Ade Saepudin melakukan penilaian menyeluruh terhadap empat aspek utama.

 

Pertama, perencanaan program supervisi yang mencakup kelengkapan dokumen, kejelasan jadwal, hingga validitas instrumen yang digunakan.

 

Kedua, pelaksanaan monitoring di kelas, termasuk bagaimana kepala sekolah memberikan umpan balik kepada guru secara konstruktif dan solutif.

 

Ketiga, evaluasi kinerja guru yang menitikberatkan pada objektivitas penilaian dan keterkaitan hasil evaluasi dengan pengembangan kompetensi.

 

Sementara aspek keempat adalah program pengembangan guru, yang mencakup tindak lanjut seperti pelatihan, workshop, hingga pendampingan individual guna memastikan peningkatan kualitas mengajar berjalan berkelanjutan.

 

Tak hanya menelaah dokumen, pengawas juga berdialog langsung dengan guru dan staf sekolah untuk mendapatkan gambaran objektif mengenai efektivitas kepemimpinan kepala sekolah dalam pembinaan tenaga pendidik.

 

Komitmen Perbaikan Berkelanjutan

 

Kepala SDN 2 Kertaraharja, Erna Susilawati, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai pengawasan eksternal menjadi sarana refleksi yang penting dalam memperbaiki sistem internal sekolah.

 

“Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Masukan dari pengawas menjadi bekal penting untuk menyusun strategi pembinaan guru yang lebih efektif dan tepat sasaran,” ungkapnya.

 

Tiga Rekomendasi Strategis

 

Sebagai tindak lanjut, Ade Saepudin memberikan tiga rekomendasi kunci. Pertama, mendorong digitalisasi supervisi agar proses dokumentasi lebih efisien dan mudah ditelusuri.

 

Kedua, memperkuat pendekatan coaching, di mana kepala sekolah berperan sebagai pendamping yang membantu guru menemukan solusi atas tantangan pembelajaran, bukan sekadar penilai.

 

Ketiga, meningkatkan kolaborasi antara kepala sekolah dan guru dalam merancang pengembangan profesional, sehingga tercipta budaya kerja yang partisipatif dan berkelanjutan.

 

Melalui observasi ini, diharapkan lahir ekosistem sekolah yang lebih suportif, di mana guru terus berkembang dan siswa memperoleh layanan pendidikan yang semakin berkualitas. (Iwan Hermawan)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Advertorial

Berita Lainnya

Leave a Comment

Advertorial

Berita Terpopuler

Kategori Berita