SUBANG, METROPAGI.COM – Kabupaten Subang kian menunjukkan tajinya sebagai magnet baru investasi global.
Langkah konkret kembali ditandai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) tiga pabrik sekaligus di kawasan Subang Smartpolitan, Kecamatan Cipeundeuy, Kamis (23/4/2026).
Tak sekadar seremoni, momen ini menjadi sinyal kuat bahwa Subang tengah bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan industri modern.
Tiga perusahaan yakni PT Serendipity Fashion Indonesia, PT Binkova Textiles Indonesia, dan PT Dafei Textile Indonesia resmi memulai pembangunan fasilitas produksinya yang akan terintegrasi dalam rantai pasok global merek fesyen ternama, H&M.
Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa proyek ini menjadi tonggak penting dalam akselerasi transformasi ekonomi daerah.
“Ini bukti nyata bahwa Subang semakin dipercaya sebagai tujuan investasi kelas dunia. Kita sedang membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat dan berdaya saing,” ujarnya.
Nilai investasi dari pembangunan tiga pabrik tersebut mencapai 60 juta dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp900 miliar.
Angka ini memperkuat tren positif investasi di Subang yang pada tahun 2025 telah menembus Rp18,2 triliun.
Perwakilan perusahaan menyebutkan, realisasi proyek ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Subang dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri dinilai menjadi faktor kunci masuknya investasi berskala global.
Komitmen serupa juga disampaikan oleh pihak pengelola kawasan industri, Suryacipta, yang siap terus berkolaborasi guna memastikan kelancaran pembangunan hingga tahap operasional.
Lebih jauh, Asep menekankan bahwa setiap investasi yang masuk harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Keberhasilan investasi bukan hanya soal angka, tetapi sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat. Ini yang terus kami jaga,” tegasnya.
Prosesi groundbreaking berlangsung khidmat dan simbolis, dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya perwakilan Dewan Ekonomi Nasional, diplomat Kementerian Luar Negeri RI, Wakil Duta Besar Swedia, serta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Subang.
Dengan dimulainya pembangunan ini, Subang kian mengukuhkan posisinya sebagai pemain baru dalam peta industri global—bertransformasi dari wilayah penyangga menjadi aktor utama dalam rantai pasok dunia. (DS)