BEKASI, METROPAGI.COM – Malam itu tak sekadar sunyi. Di tengah lantunan dzikir yang mengalun perlahan, para jamaah larut dalam suasana penuh harap—seolah langit pun ikut mendengar setiap doa yang dipanjatkan.
Majelis Istighosah Jannatul Amal (MIJA) menggelar dzikir dan istighosah untuk mengenang sekaligus mendoakan Almaghfurlah KHM Fudholi, sosok yang dikenang sebagai pejuang Bekasi.
Kegiatan berlangsung pada Kamis malam, 16 April 2026, di Maqhbaroh KHM Fudholi Bin H. Anwar, Kampung Kaum Utara, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
Sejak pukul 20.00 WIB, jamaah dari berbagai penjuru mulai berdatangan.
Mereka hadir bukan hanya untuk mengenang, tetapi juga menautkan doa, memperkuat iman, dan merawat kebersamaan dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.
Cahaya lampu yang temaram berpadu dengan suara dzikir yang menggema menciptakan suasana khidmat.
Momen ini menjadi ruang refleksi—tentang kehidupan, perjuangan, dan harapan akan keberkahan.
Ketua MIJA, Ustadz Rudi Rochman, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini bukan sekadar tradisi, melainkan kebutuhan spiritual masyarakat.
“Dzikir dan istighosah adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus bentuk penghormatan kepada para pendahulu. Kita mengenang perjuangan almarhum, sambil memohonkan ampunan dan keberkahan,” ungkap Rudi Rochman yang juga calon Kepala Desa Karang Asih 2026 ini.
Lebih dari itu, ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dalam kegiatan keagamaan.
Menurutnya, kebersamaan yang dibangun dari majelis seperti ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang religius dan harmonis.
Semangat perjuangan KHM Fudholi pun kembali dihidupkan melalui doa-doa yang dipanjatkan.
Bagi jamaah, sosok Almaghfurlah KHM Fudholi bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga diteladani dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk pikuk kehidupan, selalu ada ruang untuk kembali—menundukkan hati, memperbaiki diri, dan menjemput keberkahan.
Di akhir acara, harapan pun menggantung di setiap lantunan doa: semoga setiap dzikir yang terucap menjadi cahaya, membuka pintu rahmat, dan mengalirkan kebaikan bagi seluruh yang hadir. (DeHa Aja)