SUBANG, METROPAGI.COM – Kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang kini memasuki fase penting.
Sepuluh pejabat yang lolos tahapan sebelumnya mulai berhadapan dengan tahapan wawancara akhir dan paparan untuk menunjukkan gagasan, kapasitas, serta visi mereka dalam menggerakkan birokrasi daerah.
Tes wawancara akhir dan paparan tersebut berlangsung di Laska Hotel Ciater, Selasa (15/9/2026). Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi atau Kang Rey hadir langsung dalam tahapan tersebut.
Di tengah proses seleksi yang semakin mengerucut, Kang Rey menegaskan bahwa jabatan Sekda tidak boleh dipandang sebatas posisi administratif.
Figur yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi penggerak utama koordinasi pemerintahan sekaligus memastikan kebijakan daerah diterjemahkan menjadi kerja nyata yang dirasakan masyarakat.
“Sekretaris daerah harus benar-benar memahami lini birokrasi agar mampu membangun sinergi serta menyinkronkan apa yang menjadi tantangan dan kebutuhan pelayanan masyarakat melalui perangkat daerah,” ujar Kang Rey.
10 Peserta Menuju Tiga Besar
Seleksi Sekda Subang 2026 diikuti 10 pejabat yang sebelumnya dinyatakan lolos Tes Gagasan Tulis.
Mereka selanjutnya mengikuti Tes Wawancara Akhir dan Paparan yang digelar pada 15–16 September 2026.
Sepuluh peserta tersebut yakni dr. Achmad Nasuhi, Dr. Aep Saepudin, Asep Saeful Hidayat, Dikdik Solihin, Indri Tandia, Iwan Syahrul Anwar, Kusnadi, Rahmat Efendi, Rona Mairansyah, dan Yeni Nuraeni.
Dari rangkaian tersebut, proses seleksi akan mengerucut pada tiga nama terbaik untuk mengikuti tahapan berikutnya.
Kang Rey mengatakan, tiga kandidat tersebut nantinya akan memperoleh ruang untuk menguji gagasan secara lebih terbuka melalui keterlibatan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang.
“Saya akan memberikan kesempatan kepada Eselon III dan Eselon II untuk bertanya, menanyakan dan mendengar langsung dari tiga calon Sekda tersebut,” ungkapnya.
Tahapan itu menjadi ruang untuk melihat kemampuan para kandidat dalam menjawab persoalan pemerintahan sekaligus menerjemahkan gagasan ke dalam kerja birokrasi yang konkret.
Kang Rey Tutup Ruang Pendekatan Pribadi
Memasuki fase krusial, Kang Rey juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga proses seleksi dari pendekatan personal yang dapat menimbulkan persepsi negatif.
Ia meminta peserta maupun pihak lain tidak melakukan pendekatan pribadi kepadanya selama proses seleksi berlangsung.
“Lima belas hari ke depan, saya harap tidak ada hadap-menghadap secara pribadi kepada saya. Saya ingin menutup ruang suudzon dan tidak ingin ada stigma negatif,” tegas Kang Rey.
Pernyataan tersebut menegaskan pesan bahwa proses seleksi harus berjalan melalui mekanisme yang telah ditetapkan, bukan melalui jalur pendekatan personal.
Sekda Bukan Sekadar Administrator
Bagi Kang Rey, tantangan terbesar Sekda terpilih bukan hanya menguasai administrasi pemerintahan, tetapi bagaimana mengorkestrasi seluruh perangkat daerah agar bergerak dalam satu arah.
Sekda nantinya dituntut mampu menjembatani kebijakan pimpinan daerah dengan pelaksanaan program di lapangan.
Koordinasi lintas perangkat daerah menjadi penting agar berbagai agenda pembangunan tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi benar-benar terlaksana.
Karena itu, Kang Rey menegaskan adanya konsekuensi terhadap pejabat yang nantinya dipercaya mengemban posisi tersebut.
“Yang terpilih, kalau tidak bisa mengorkestrasi apa yang saya perintahkan, dan ada hal-hal yang tidak sesuai, harus mundur dari jabatannya,” tegasnya.
Setelah Sekda terpilih, BKPSDM Kabupaten Subang akan menyiapkan pakta integritas sebagai bagian dari komitmen terhadap tanggung jawab jabatan dan ketentuan yang berlaku.
Kang Rey Tak Ingin Sekda Kosong
Selain kualitas calon, ketepatan waktu proses seleksi juga menjadi perhatian Bupati Subang.
Kang Rey berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga tidak terjadi kekosongan jabatan Sekda yang harus diisi oleh penjabat.
“Saya harap tidak ada penjabat. Harus berjalan tepat waktu,” pungkasnya.
Proses seleksi Sekda Subang 2026 pun kini bukan sekadar tentang siapa yang akan menduduki sebuah jabatan strategis.
Lebih dari itu, proses tersebut menjadi bagian dari upaya menentukan figur yang diharapkan mampu memperkuat koordinasi pemerintahan, menyatukan gerak perangkat daerah, dan menjaga kesinambungan pelayanan publik.
Dengan tiga nama yang nantinya mengerucut dari 10 peserta, perhatian publik Subang kini tertuju pada bagaimana masing-masing kandidat menawarkan gagasan dan kapasitas untuk menjawab tantangan birokrasi daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta ASN Nasional (Pusjar SKTAN) LAN Jatinangor, Kepala Pusat Studi Pengembangan Administrasi, Kebijakan, Tata Kelola dan Digitalisasi Pemerintah, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Kepala BKPSDM Kabupaten Subang, seluruh Panitia Seleksi Terbuka JPT, serta para peserta seleksi terbuka JPT. (Deny Suhendar)